Desa Baruga Kecamatan Towuti terpilih menjadi wakil Kabupaten Luwu Timur dalam lomba desa siaga aktif tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2014. Tim Penilai yang diketuai, Wahidin Rahima bersama lima orang rekannya dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel melakukan penilaian di Desa Baruga, Senin (3/11).
Tim Penilai tersebut diterima Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur, H Andi Tenri Balobo Hatta, Kadis Kesehatan, April dan Kades Baruga, H Jabbar Lebangan.
Rombongan yang tiba disambut Tari Pagellu dan Tari Moriringo serta disuguhui penyuluhan dokter kecil yang mengangkat tema 10 prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Desa Baruga, H Jabbar Lebangan mendahului dengan memaparkan gambaran sekilas profil desa Baruga dan program-progaram unggulannya dalam mendukung indikator Desa Siaga Aktif.
Beberapa diantaranya, kata Jabbar, telah berjalan Forum Desa Siaga, Selain itu, telah terbentuk Klinik Siaga Sayang Ibu yang berorientasi pada pelayanan khusus bagi ibu-ibu yang dalam proses kehamilan sampai pada persalinan.
Disamping itu, lanjutnya, juga telah terbentuk juga Rumah Tungguh yang membantu masyarakat soal tempat tinggal sementara untuk menunggu proses layanan kesehatan yang dibutuhkan bagi masyarakat dari luar Desa Baruga.
“Di Desa ini juga telah digagas Lorong PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Lorong Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi ),” tambahnya.
Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar berharap melalui lomba desa siaga ini seluruh pihak dapat selalu siaga dalam berbagai aspek kehidupan terutama masalah kesehatan. Ia juga berharap masukan dan bimbingan dari tim penilai untuk lebih memantapkan program ini kedepannya.
Ketua Tim Penilai Wahidin Rahima mengatakan Desa Siaga yang merupakan salah satu program nasional yang dicanangkan sejak tahun 2006 di bidang kesehatan yang berorientasi pada upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat.
Program ini, katanya lagi bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sehingga masyaraka peka terhadap berbagai resiko baik bencana maupun penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong.
“intinya seluruh stakeholer dilibatkan dalam rangka mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia dibidang kesehatan,” jelasnya.
Untuk diketahui, tahun ini merupakan tahun keempat keikutsertaan Kabupaten Luwu Timur dalam lomba tersebut. Sebelumnya Desa Sorowako kecamatan Nuha dan Desa Puncak Indah Malili sukses meraih jawara dalam lomba yang sama tingkat provinsi Sulsel Tahun 2011 dan 2013.




