Masyarakat di kecamatan Ponrang dan Bua Kabupaten Luwu yang sehari-hari bekerja sebagai petani memilih tidak turun disawah. Pasalnya, saluran irigasi didaerah tersebut sedang dalam perbaikan.
Gunawar, warga desa Parekaju mengatakan sejak bulan Agustus hingga November tahun ini sebagian besar petani tidak melakukan aktifitas seperti biasanya disebabkan adanya perbaikan saluran irigasi sehingga mempengaruhi jadwal tanam petani.
“Kita berharapnya hanya dengan air, otomatis pendapatan petani menurun karena tidak bersawah selama tiga bulan ini,” ungkap Gunawar.
Terkadang, kata Gunawar, petani bahkan berebut air di saluran irigasi ini demi kebutuhan sawahnya sehingga kerap terjadi gesekan sesama petani.
“Terkadang para petani mau baku hantam karena air,” ungkap Gunawar.
Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Luwu, Andi Pangerang yang dikonfirmasi awak media mengaku mengalami kerusakan pada saluran irigasi di beberapa kecamatan yang ada di Luwu.
“Selama musim kemarau, hampir seluruh petani di Luwu mengeluhkan ketersediaan air baku di irigasi yang terus menurun.” “Ini yang menjadi kendala kami di Luwu, ada sejumlah irigasi yang rusak dan harus diperbaiki,” ungkap Andi Pangerang. (*)




