Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali tengah berupaya untuk menghadirkan Piala Adipura yang ke 5, hal ini terlihat saat Tim penilai adipura dari Pusat Pengelolaan Ekoregion (PEE) Wilayah Sulawesi dan Maluku melakukan penilaian tahap pertama (P1) di Kota Malili.
Sejumlah lokasi yang disisir seperti kawasan pasar, jalan protokol, Taman kota dan puskesmas. Dalam pemantauan disejumlah lokasi,Tim penilai PPE Mustafa didampingi Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Rosmiaty Alwy, Staf Ahli Pembangunan Setdakab Luwu Timur Labesse dan Camat Malili Senfry Oktovianus.
Selain lokasi tersebut, tim juga memantau keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dibeberapa lokasi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta beberapa sekolah yang menjadi titik pantau.
Menurut Mustafa, untuk lokasi sekolah perhatian tim pada pemilahan sampah, pengomposan serta beberapa fasilitas penunjang seperti bank sampah, termasuk WC. Sebagaimana di SDN 223 Balantang, tim juga mengecek jumlah hasil bank sampah milik sekolah tersebut.
Sementara Kepala Bapedalda Rosmiaty Alwy optimis bisa kembali menggondol piala Adipura yang ke 5 kalinya, olehnya itu pihaknya terus berupaya akan melakukan pembenahan dari rekomendasi tim penilai.
Rosmiaty menjelaskan pada prinsipnya, semua rekomendasi yang diberikan tim penilai nantinya akan diperbaiki. Saya optimis Kota Malili tetap akan mempertahankan piala Adipura,” pungkas Ros sapaan akrabnya.
Ia juga menerangkan standar minimal nilai yang harus dicapai (passing grade) untuk penilaianAdipura 2014/2015 yakni 73 dengan jumlah titik pantau yang menjadi dasar penilaian tak kurang dari 54 titik pantau.




