Pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN di wilayah Kabupaten Luwu Timur, berujung pada protes sejumlah warga. Pasalnya, dalam sehari pihak PT PLN memadamkan listrik hingga lima kali, yang membuat aktifitas warga terhambat.
Erwin, warga Puncak Indah Malili misalnya, mengaku sangat terganggu dengan pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN. Pasalnya, aktifitasnya bekerja terganggu, apalagi pekerjaannya membutuhkan peralatan elektroknik yang menggunakan sumber daya listrik.
“Jika seperti ini pemadaman listrik oleh PT PLN, kami tidak bisa bekerja dengan baik. Bayangkan dalam sehari pemadaman listrik bisa sampai lima kali,” ujar Erwin.
Belum lagi dengan peralatan elektronik yang terancam rusak jika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Dirinya pun mempertanyakan kinerja PT PLN dalam memberikan layanan listrik kepada warga. M
“Sejak dahulu, Kabupaten Luwu Timur selalu terjadi pemadaman listrik, setiap kali ditanyakan kepada pihak PLN selalu jawaban mereka akan segera memperbaiki. Kenapa sampai sekarang justru kondisinya semakin parah, apa yang mereka kerjakan selama ini,” ujar Erwin.
Erwin pun mendesak kepada DPRD Luwu Timur untuk melakukan hearing kepada PT PLN Ranting Malili, dan Cabang Palopo untuk mempertanyakan terkait pemadaman listrik yang kerap dilakukan oleh PLN tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Nurmalasari, yang juga warga Puncak Indah Malili yang mengeluhkan hal serupa. Ibu rumah tangga ini mengaku sejumlah peralatan listriknya rusak karena kerap terjadi pemadaman listrik oleh PLN.
“Kami meminta agar persoalan ini cepat dicarikan solusinya. Kami sudah bosan dengan kondisi listrik seperti ini, apalagi sejumlah peralatan elektronik rusak akibat seringnya pemadaman listrik ini,” ungkapnya.




