kepolisian Resor Luwu Timur saat ini tengah melakukan penjagaan ketat di wilayah tapal batas seperti perbatasan Sulawesi Tengah, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Morowali.
Informasi yang dihimpun, penjagaan ini dilakukan pasca penembakan, Ilham Safi’i (30) salah seorang yang terduga teroris dari Kabupaten Poso yang ditembak di Desa Patila, Luwu Utara oleh Detasemen Khusus (Densus) 88, Sabtu (10/01) 2015 lalu. Aparat yang berjaga ditapal batas tersebut dilengkapi dengan senjata laras panjang.
“Setiap tapal batas kita kerahkan sebanyak 10 personil untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti wilayah perbatasan Sulawesi Tengah, Luwu Utara, Sulawesi Tenggara dan perbatasan Morowali,” ungkap Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana, diruang kerjanya.
Menurut Rio, saat ini pihak kepolisian terus meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan diri saat melakukan pengawasan. “Semua surat-surat kendaraan atau Kartu Tanda Penduduk kita periksa,” ungkap Rio.
Selain pemeriksaan surat-surat, kata Rio, pihak kepolisian secara intensif melakukan pemeriksaan pengemudi kendaraan (Sopir) dan barang bawaan penumpang. “Kita juga periksa barang bawaan penumpang,” ungkap Rio.
Rio mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus mewaspadai pergerakan jaringan teroris tersebut yang bisa saja menyusup ke daerah ini.
“Jika masyarakat menemukan seseorang yang mencurigakan maka segera laporkan ke pihak kepolisian setempat,” ungkap Rio. (*)




