Sebanyak 40 perencana anggaran SKPD mengikuti pelatihan Perecanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (24/02/15).
Para perencana anggaran ini akan dibekali ilmu agar mampu melakukan analisis gender yang diwujudkan dengan tersusunnya lembar Gender Analysis Pathway (GAP) dan lembar Gender Budget Statement (GBS).
Kepala Sub Bidang (Kasubid) Fasilitasi dan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Mulyani mengatakan beberapa hal yang menjadi penyebab belum optimalnya penyusunan PPRG, diantaranya adalah kurangnya kebijakan atau regulasi terkait PPRG, belum optimalnya kinerja Pokja PUG dan tim focal point SKPD yang mempunyai tugas melaksanakan analisis gender, serta belum berkomitmennya SKPD menjadikan penyusunan GAP dan GBS sebagai prosedur tetap dalam menyusun RKA/DPA di SKPD.
Makanya, kata Mulyani, pelatihan ini dilakukan agar para perencana anggaran dapat memahami dengan baik dan mampu mengimplementasikan dan menindaklanjuti hasil pelatihan dalam penyusunan RKA-SKPD 2016. Melampirkan lembar GBS dalam dokumen RKA-SKPD tahun 2016 dan setelah disetujui dan disahkan akan benar-benar termuat pada DPA-SKPD Tahun 2016 kegiatan yang responsif gender di setiap SKPD.
Lanjut Mulyani, selam dua hari pelatihan ini akan dilakukan yakni 24 hingga 25 Februari 2015 dengan narasumber dari Kepala BPPKB Provinsi Sulsel, A. Sundari dengan materinya mekanisme SDM penggerak PPRG daerah, kemudian Kepala Bidang PUG BPPKB dengan materi Strategi percepatan PUG melalui PPRG, selanjutnya Ibu Febriani dengan materi pendampingan penyusunan GAP dan GBS KPD dan terakhir dari kepala badan KBPP Lutim, Nataniel Rampo dengan materi Perkembangan Implementasi PPRG di Kab Luwu Timur.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Syahidin Halun mengatakan Dokumen GAP dan GBS juga merupakan salah satu komponen yang dinilai dalam meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yaitu penghargaan tertinggi dari Presiden RI yang akan diberikan setiap 2 (dua) tahun sekali kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota yang berhasil mengimplementasikan strategi PUG dengan baik
“Intinya, pelatihan ini diharapkan memberikan dampak yang signifikan dalam pembangunan khususnya pembangunan yang responsif gender di kabupaten Luwu Timur,” ungkap Syahidin.




