Setiap partai tentunya punya mekanisme masing-masing dalam menyeleksi figur yang akan diusung menjadi kepala daerah, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki ‘jurus jitu’ dalam persoalan seleksi kandidat.
Sekretaris DPD PKS Lutim, Suardi Ismail yang ditemui di Kantor DPRD Luwu Timur mengatakan jika partainya dalam men yeleksi bakal calon kepala daerah, lebih memilih cara yang alamiah, mulai dari proses pendaftaran hingga pada penetapan calon yang akan diusung.
“Secara resmi, kami tidak membuka secara resmi pendaftaran bakal calon di PKS, jika ada figur yang mau memasukkan proposalnya kami akan menerima secara alamiah, bahkan kami mempermudah para figur dengan tidak mewajibkan untuk penyerahan berkas pendaftaran mereka di Sekretariat PKS, namun bisa dikomunikasikan tempatnya,” ujar Suardi saat menerima proposal pendaftaran dari Politisi Gerindra, Sarkawi A Hamid di Kantor DPRD Lutim, Selasa (17/3/15) siang tadi.
Menurut Suardi, tidak menutup kemungkinan jika PKS yang akan mendatangi figur yang dianggap potensial untuk meminta berkas pendafatarannya. PKS juga dinilai tidak menetapkan syarat apapun untuk mendaftar di partai tersebut. “Cukup memasukkan biodata, visi misi dan program yang akan dijalankan, dan profil calon, itu sudah cukup,” tegasnya.
Untuk proses seleksi, juga dilakukan secara ilmiah, dimana PKS melalui pengurusnya ditingkat kecamatan akan melakukan penjajakan terkait siapa figur yang dianggap bagus di masing-masing kecamatan, kemudian diakumulasikan untuk ditetapkan siapa figur yang dianggap layak untuk diusung.
“Intinya, PKS itu partai dakwah, sehingga figur yang diusung pastinya yang memiliki visi dan misi yang sejalan. Artinya jika bukan ustadz, minimal dia figur yang dekat-dekat dengan ustadz,” ungkap Suardi.
Hingga hari ini, sudah terdapat sejumlah figur yang memasukkan proposal pencalonannya ke PKS. Mereka yakni Nur Husain, Budiman, Saldy Mansyur, dan Sarkawi A Hamid.