Mapolres Luwu Timur melalui Reserse dan Kriminal (Reskrim) telah melakukan kunjungan ke distributor pupuk yang ada di Surabaya beberapa hari yang lalu.
Kunjungan ini dilakukan terkait tindaklanjut kasus dugaan pupuk palsu jenis Booska yang saat ini ditangani oleh penyidik kepolisian Resor Luwu Timur.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan kunjungan itu salah satu bukti bahwa polisi sangat serius menangani kasus pupuk ini. “Pak Kasat Reskrim yang langsung ke sana (Surabaya) bertemu dengan Distributornya,” ungkap Rio melalui via telepon.
Namun hasil kunjungan itu, kata Rio, belum dilaporkan kepada dirinya. “Hasil kunjungannya belum dilaporkan,” ungkapnya.
Terkait pupuk itu, komisi dua DPRD Luwu Timur telah memanggil pihak terkait, Rabu (25/03/15) diruang komisi dua.
Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu terbukti jika beberapa jenis pupuk lainnya termasuk pupuk jenis Booska tersebut palsu termasuk setelah adanya hasil lab dari Dinas Pertanian dan Dinas Koperindag Provinsi Sulawesi Selatan.
“Dari pertemuan ini, ada 12 jenis pupuk yang terbukti palsu berdasarkan hasil lab dari dinas terkait,” ungkap Sarkawi, ketua komisi dua DPRD Luwu Timur.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Kabupaten Luwu Timur, Amiruddin Rumae membenarkan adanya hasil lab tersebut. Menurutnya, hasil lab tersebut disampaikan langsung dari Dinas Koperindag Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami hanya menguji tiga jenis pupuk saja diantaranya jenis Booska dan hasilnya semua Palsu atau tidak sesuai dengan kadar didalam kandungan, selebihnya itu diuji dinas Pertanian,” ungkap Amiruddin. (*)




