Wakil Bupati Jayapura, Robert Djoensoe mengaku kagum dengan pola pengembangan budidaya Kakao di Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, teknik budidaya kakao yang dikembangkan PT Mars Symbioscience di Desa Tarengge, Kecamatan Wotu ini akan sangat bermanfaat bagi petani kakao Jayapura yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) Cocoa Academy selama kurang lebih satu bulan lamanya.
“saya kagum dengan teknik budidaya kakao di PT Mars. bayangkan saja, kalau petani kakao di Jayapura menanam bisa sampai beberapa tahun baru menghasilkan. namun ditempat ini hanya membutuhkan waktu enam bulan saja,” kata Robert Djoensoe saat ramah tamah dengan Pemda Luwu Timur dan managemen PT Mars di ruang rapat pimpinan kantor Bupati, Selasa (24/03/15).
Kedatangan Wabup Jayapura ini didampingi Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan Jayapura, Adolof Yoku, SP, Kepala BP5K Jayapura dan Kepala Badang Kesbangpol Jayapura serta 24 petani jayapura.
Mereka diterima Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, Asisten Pemerintahan, Syahidin Halun, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Muh Abrinsyah, Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Askar, Kadis PU, Hirfan, Kepala Bappeda, Muh Zabur, dan kadis pertanian, Muharif.
Makanya, kata Roebert lagi, setelah 24 petani yang mengikuti pelatihan ini. rencananya kerjasama ini akan berlanjut. Pihaknya akan mengirim kembali para penyuluhnya yang berjumlah 20 orang. “Kami akan kembali mengirim 20 penyuluh pertanian kami untuk mengikuti pelatihan budidaya kakao ini,” tambahnya.
Ia menjelaskan tanaman kakao ini memang merupakan salah satu komoditi andalan Pemkab Jayapura. Menurutnya peluang ini dapat dilihat dari potensi lahan yang tersedia dan sejalan dengan visi kesejahteraan rakyat yang diusung Pemkab jayapura maka ini dapat diwujudkan dengan mendukung perkebunan kakao rakyat yang berkelanjutan.
sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan sekitar 80 persem masyarakat Luwu Timur juga bergelut di bidang pertanian. Oleh karena itu, prioritas pembangunan diarahkan pada penguatan sektor pertanian dalam arti luas dengan visi mewujudkan Kabupaten Luwu Timur sebagai kabupaten Agroindustri 2015.
“Saya berharap agar kerjasama seperti ini tidak berhenti sampai disini namun dapat dikembangkan dengan kerjasama disektor lainnya,” tutup Husler.




