Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Legislator Lutim Ini Ajak Masyarakat Boikot Pembayaran Listrik
Ekonomi

Legislator Lutim Ini Ajak Masyarakat Boikot Pembayaran Listrik

Redaksi
Redaksi Published 26 Maret 2015
Share
4 Min Read
SHARE

Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, Saharuddin mengaku gerah dengan sikap PT PLN  yang tidak memperbaiki pelayanan listrik kepada masyarakat, dimana intensitas pemadaman listrik beberapa hari terakhir semakin meningkat. Dia bahkan mencurigai, terjadi permainan dalam pengelolaan listrik di PT PLN  sehingga merugikan masyarakat.

“Kenapa justru semakin hari pelayanan PT PLN  semakin buruk, apalagi pemadaman listrik terjadi umumnya disaat waktu sholat magrib, ini sangat mengganggu dan merugikan masyarakat,” ujar Saharuddin saat ditemui di Ruang Komisi III DPRD Lutim.

Menurutnya, protes masyarakat sejak dua tahun silam justru hanya dianggap angin lalu saja oleh pihak PT PLN , terbukti tidak ada perbaikan pelayanan listrik. Dia pun menilai sudah cukup upaya dialog dengan PT PLN dan mengimbau masyarakat untuk menyetop pembayaran listrik.

Baca Juga

Ratusan Rider Ramaikan Event Trail di Latimojong

“Jangan sampai masyarakat ini sudah termakan dengan pembodohan yang dilakukan oleh PT PLN, jika terlambat membayar langsung diancam akan disegel, namun kinerja mereka tidak becus, mending kita boikot saja pembayaran listrik hingga pelayanan PLN membaik, tidak perlu demo-demo ataupun dialog lagi, boikot saja pembayaran listrik hingga PLN memperbaiki pelayanannya,” ungkap Saharuddin.

Legislator dari Partai Demokrat ini pun menduga terjadi permainan oleh pihak PT PLN sehingga merugikan masyarakat, salah satu indikasi adalah penggunaan bahan bakar solar pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Mantadulu, yang merupakan salah satu pembangkit yang ikut memberikan suplai listrik ke Luwu Timur.

“Coba bayangkan jika dalam sehari mereka melakukan pemadaman listrik tiga hingga lima kali, berapa banyak penggunaan bahan bakar yang dipangkas, jangan sampai hal ini dilakukan dengan sengaja untuk mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya.

Hal itu menurutnya, belum terhitung dengan kerugian masyarakat akibat rusaknya alat rumah tangga maupun perkantoran yang berhubungan dengan listrik, akibat seringnya terjadi pemadaman. “Ironis memang, karena setiap kali berdialog dengan PT PLN, mereka selalu menyinggung soal listrik dari PT Vale Indonesia, memangnya perusahaan listrik itu PT PLN atau PT Vale,” ujar Saharuddin kesal.

Pantauan Luwuraya.com, dalam beberapa hari terakhir kerap terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan lebih dahulu oleh PT PLN untuk sejumlah wilayah di Luwu Timur. Pemadaman listrik umumnya terjadi di sore hingga malam hari, dengan intensitas tiga hingga lima kali dalam sehari.

Kepala PLN Ranting Malili, Suhardi yang dihubungi terkait pemadaman listrik ini, mengaku jika pemadaman ini disebabkan karena adanya gangguan pada instalasi, dan pada sistem interkoneksi jaringan.

Sebelumnya, Manajer PLN Cabang Palopo, Paultje Mangundap mengatakan salah satu solusi listrik di Luwu Timur yakni dengan meminta pemerintah memediasi ke PT Vale Indonesia agar memberikan lagi bantuan listrik sebesar 3 Mega Watt (MW). Menurutnya, listrik 3 MW ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Luwu Timur.

“Luwu Timur daerah lumbung listrik namun PT Vale hanya memberikan 8 Mega Watt listriknya, adai saja PT Vale memberikan listrik 3 MW saja maka listrik di Wilayah Luwu Timur sudah cukup. Oleh karena itu PLN berharap agar pemerintah dapat melakukan mediasi ke PT Vale,” ungkap Paultje kepada luwuraya.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Lutim Apresiasi Grand Final Duta Wisata 2026 di Malili

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Irwan Bachri Syam Minta Dukungan PT Vale Kembangkan Wisata Sorowako

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Dua Putra Luwu Timur Wakili Sulsel di Kejurnas Taekwondo

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Robert Kagumi Budidaya Kakao di Lutim
Next Article Polres Lutim Dapat Jatah 50 Pucuk Senpi

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

18 April 2026
Ekonomi

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

17 April 2026
Hukum

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

17 April 2026
Ekonomi

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?