Dalam rangka pemanfaatan sumber daya hutan secara optimal dan berkeadilan perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat setempat baik melalui pengembangan kapasitas maupun pemberian akses pemanfaatan SDH dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Luwu Timur menggelar kegiatan sosialisasi pengolahan nira aren di aula kantor Camat wasuponda. Sosialisasi ini diikuti sebanyak 40 Orang berasal dari kelompok masyarakat yang bermukim disekitar kawasan Hutan Ledu-ledu Kecamatan Wasuponda yang mengelola Nira Aren, Kegiatan Sosialisasi/pelatihan dibuka oleh Wakil Bupati Luwu Timur, H. Muh Thorig Husler didampingi Turbani Munda dari Balai Penelitian Kehutanan Makassar.
Sementara itu Kepala KPHL Luwu Timur, Mandar dalam Laporanya mengatakan Kegiatan Sosialisasi/pelatihan ini juga merupakan program dan kegiatan yang tertuang dalam rencana strategis Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung yang disinkronkan dengan rencana pengelolaan hutan jangka panjang KPHL Larona Malili, dimana Visi-Misi KPHL mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan lestari.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan, Balai Penelitian Kehutanan Makassar.
Lanjut Mandar, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara membuat produk nata pinnata yang bersumber dari nira aren sehinggat tidak terbatas pada pembuatan gula merah dan minuman tradisional saja.
Nata Pinnata, kata Mandar atau sejenis makanan penyegar atau pencuci mulut (food dessert) yang mirip nata de coco. Hanya saja, nata de coco diolah dari air kelapa sementara nata pinnata dari pohon aren. Nata pinnata bertekstur lembut, berwarna putih dan memiliki kekenyalan yang lebih rendah dari nata de coco.
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (26/28), dengan narasumber dari Balai penelitian Kehutanan Makassar dan Badan Penelitian dan pengembangan Kehutanan Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengajak seluruh pesrta pelatihan agar mengikuti dengan baik kegiatan ini. Apalagi Pengolahan nira aren untuk produk nata pinnata ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana yang sebagian besar merupakan alat-alat dapur yang tersedia hampir disetiap rumah tangga.
“Melalui kegiatan pengolahan aren ini tentu juga dapat menambah pendapatan petani,” tutupnya.




