Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, Pertalite dan Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Malili, kecamatan Malili, Luwu Timur, langka.
Para pengendara yang biasanya mengisi BBM jenis Pertamax atau Pertalite terpaksa memilih mengisi BBM jenis premium. Untuk mendapatkan jatah premium atau bensin, para pengendara pun harus rela antri.
Selain kendaraan, para warga lainnya juga terlihat berdesak – desakan menyodorkan jerigennya untuk diisi oleh operator di SPBU Malili. Pantauan media ini, BBM jenis Pertamax, Pertalite dan Solar sudah habis sejak, Selasa (27/9/16) kemarin.
“Pertamax dan Pertalite kosong pak sejak kemarin, armada juga belum masuk,” ungkap salah seorang operator di SPBU Malili, Rabu (28/9/16).
Kejadian ini pun membuat sebagian pengendara kesal. Soalnya, operator dinilai lebih mengutamakan mengisi jerigen ketimbang kendaraan.
“Ini SPBU jerigen harusnya kendaraan dululah diutamakan jangan jerigen, kasih kita ini yang kepanasan,” ungkap Jamal salah seorang pengendara roda dua.
Kekesalan yang sama juga dilontarkan oleh pengendara roda dua lainnya, Hamidah. “Kalau sudah diisimi mobil janganmi lagi ada jerigennya yang diisi, bagi – bagimi itu bensin,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak telah memerintahkan anggota kepolisian untuk turun disetiap SPBU. Saat itu, sejumlah jerigen milik warga telah diamankan.
Belakangan ini antrian jerigen dan kendaraan kembali terjadi di SPBU Malili namun tidak ada satupun petugas kepolisian maupun Satpol PP yang terlihat berada di SPBU melakukan pengamanan.




