Pencarian pesawat milik maskapai Aviastar yang dinyatakan hilang kontak pada Jumat (3/10/15) kemarin, masih terus dilakukan. Pencarian pesawat hilang kontak itu dilakukan pada sejumlah titik.
Salah seorang tim Basarnas yang ikut dalam upaya pencarian tersebut, Rizal mengatakan pencarian pesawat hilang kontak ini dilakukan melalui darat dan udara dengan melibatkan tim pencari dari berbagai elemen.
Tim Basarnas yang tergabung dari TNI AU, Polri, dan SAR gabungan dari berbagai daerah, memperketat pencarian pesawat yang hilang melalui darat dan udara.
Pencarian pesawat melalui udara telah dilakukan sejak sabtu pagi tadi, dengan menggunakan dua unit pesawat milik Aviastar dan satu helikopter milik TNI AU.
“Pencarian melalui udara ini akan terus dilakukan selama 7 hari ke depan, dengan beberapa titik lokasi yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak pesawat milik Aviastar,” ujar Rizal.
Meski pencarian melalui darat dan udara telah di lakukan selama dua hari ini namun hingga saat ini belum ada kepastian keberadaan lokasi jatuhnya pesawat tersebut yang telah hilang kontak.
Sementara itu, pencarian melalui darat dan udara di fokuskan di sejumlah titik, seperti di Kecamatan Bastem Utara dan Kecamatan Bua.
Sesuai penelusuran, sejumlah warga setempat ternyata sempat melihat adanya aktifitas diduga pesawat Aviastar yang terbang rendah pada Jumat (3/10/15) kemarin. Seorang warga bernama Harifuddin mengaku melihat gumpalan asap hitam dari rumahnya di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, sekitar pukul 15.00 Wita kemarin, atau bertepatan saat waktu Pesawat Aviastar telah hilang kontak.
Hal itu diperkuat dengan pengakuan warga lainnya yang sempat melihat adanya pesawat yang terbang rendah dan berputar-putar.
Sementara itu, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo yang ikut serta dalam pencarian pesawat hilang kontak itu, juga memfokuskan pencarian di laut dan darat.
Salah seorang tim pencari dari BPBD Palopo, Yoga mengatakan sejak pagi, tim BPBD Palopo sudah fokus melakukan penyisiran di perairan Palopo dan Luwu. Selain itu tim juga ikut bergabung dengan Posko Pencarian yang dibentuk di Bandara La Galigo Bua, Luwu, untuk melakukan penyisiran di Desa Bukit Harapan.
“Hanya saja fokus pencarian dari BPBD Palopo sedikit terganggu, sebab tim terpaksa harus pecah fokus akibat adanya kebakaran lahan di wilatah Kota Palopo, sehingga sebagian dari tim kembali ke Kota Palopo untuk membantu upaya pemadaman api, untuk selanjutnya kembali bergabung bersama tim pencari,” tegasnya.




