Kejadian penganiayaan kembali terjadi di Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur pada tanggal 9 April lalu. Kali ini korban penusukan alat kelamin ini diketahui berinisial SU (40) dan saat ini tengah terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo Wotu.
Informasi yang dihimpun, kejadian yang dialami SU ini terjadi dikediaman korban di Desa Mandiri, Kamis (9/4) kemarin sekitar pukul 11.30 wita malam. Saat itu, korban dalam keadaan tertidur. Pelaku yang belum diketahui identitasnya ini diam-diam masuk kerumah korban dan langsung menusuk alat kelaminnya.
Pasca penusukan itu, korban merasa kesakitan pada bagian alat kelaminnya. Korban yang merasa penasaran langsung melihat alat vitalnya itu. Korbanpun langsung histeris disebabkan adanya darah yang mengalir dari alat kelaminnya.
Malam itu juga, keluarga korban langsung melarikan korban ke RSUD I La Galigo untuk mendapatkan pertolongan medis. “Malam kejadian itu kami langsung melarikan ibu ke rumah sakit,” ungkap SA, keluarga dekat korban yang meminta namanya diinisialkan.
Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo, Wotu, Baso Simun yang dikonfirmasi via telepon, Selasa (14/4/15) membenarkan adanya korban penusukan alat kelamin yang ditangani pihak RSUD I La Galigo.
Menurutnya, pasien masuk di rumah sakit sejak tanggal 9 April lalu dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di ruang Mahalona dua. “Kondisi SU sudah mulai membaik, pasien ini juga sudah kami donorkan darah karena kekurangan darah,” ungkap Baso.
Sementara itu, kapolsek Mangkutana, AKP Eko Lelono yang coba dikonfirmasi, Selasa (14/4/15) membenarkan adanya kejadian ini. “Kami rutin melakukan patroli, warga juga mulai berjaga-jaga,” ungkap Eko.
Terkait kasus penusukan pertama, kata Eko, pihaknya tetap menindaklanjuti kasus tersebut dan rencanaya dua hari ini keterangan korban (NU) akan dimintai di kediamannya. “Kami juga sedang melakukan pemantauan Ujian Nasional (UN), dua hari kedepan baru akan kita datangi korban untuk dimintai keterangan,” ungkap Eko.
Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi didusun Kebun Rami tiga, Kecamatan Tomoni tanggal 1 April 2015 lalu sekitar pukul 02.00 wita malam. Korbanya yang diketahui berinisial NU (18) saat ini masih duduk dibangku kelas tiga disalah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Luwu Timur.
Saat kejadian itu, korban bukan hanya dilukai pada bagian alat kelaminnya melaingkan uang senilai Rp450 ribu dan satu buah Handphone merek Nokia Asa 210 juga ikut dibawah kabur pelaku tersebut.
Sehari setelah insiden ini terjadi, orang tua korban, Maswati mengadukan kejadian ini di Mapolsek Mangkutana dibuktikan dengan adanya Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi nomor : STPLP/52/IV/2015/SULSEL/RES LUTIM/SEK. M. TANA yang diterima oleh, Aiptu Andi Muchtar.




