Seorang tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan alias Ancha, dilaporkan meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar usai menjalani pemeriksaan di Kantor BNN Provinsi Sulsel, Minggu (19/4/15) malam.
Hingga berita ini diturunkan, informasi terkait penyebab tewasnya Ancha masih simpang siur. Informasi yang dihimpun, menyebutkan Ancha tewas akibat kecelakaan mobil, ada pula yang menyebutkan akibat penganiayaan.
Namun hal itu langsung mendapat bantahan dari Humas BNN Palopo, Muhammad Jufri Mustafa. Dia menceritakan, awalnya petugas BNN Palopo membawa Ancha bersama empat tersangka lainnya ke Kantor BNN Provinsi Sulsel pada Rabu (15/4/15) lalu dengan dua buah mobil. Ancha berada pada mobil kedua bersama dua petugas BNN dan satu tersangka narkoba lainnya bernama Asep. Namun, saat perjalanan itulah, mobil mengalami kecelakaan di Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, atau sekitar 20 kilometer dari Kota Palopo.
“Tetapi saat itu tidak ada korban, seluruh tersangka lalu dikembalikan ke Kantor BNN Palopo, kami periksa kesehatan Ancha dan Asep, saat itu Ancha mengaku tidak mengalami luka apapun, sementara Asep dibawa ke RS Atmedika untuk mendapatkan perawatan akibat luka robek di kepala,” ujar Jufri.
Lima tersangka tersangka baru diberangkatkan kembali ke Makassar esok harinya dan langsung menjalani pemeriksaan di Kantor BNN Provinsi Sulsel.
“Sehari setelah diserahkan ke BNN Provinsi Sulsel itulah, Anca mengaku sakit sehingga dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar, empat hari mendapat perawatan di rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong lagi,” ujar Jufri.
Menurut Jufri, informasi yang diterima dari Kantor BNN Sulsel, hasil diagnose dokter menyebutkan jika Ancha meninggal dunia akibat radang tenggorokan.
“Beberapa hari sebelum diberangkatkan ke Makassar, Ancha memang mengeluhkan sedang sakit gigi, menurut dokter gigi korban itu bernanah dan masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan radang tenggorokan,” ujar Jufri.
Jufri pun menegaskan, informasi simpang siur yang menyebutkan korban meninggal akibat kecelakaan ataupun penganiayaan dalam tahanan adalah tidak benar.
Sementara itu, pihak keluarga belum mau memberikan keterangan atas meninggalnya Ancha tersebut. Namun, pihak keluarga akan menggelar konfrensi pers pada Selasa (21/4/15) pagi ini.




