Sebanyak 5.788 pelajar Sekolah Dasar (SD) sederajat saat ini tengah mengikuti Ujian Nasional (UN) di Kabupten Luwu Timur. UN tersebut dilakukan secara serentak dari tanggal 18 hingga 23 Mei 2015 mendatang.
Dari 5.788 siswa tersebut masing – masing SD Negeri sebanyak 144 sekolah dengan jumlah peserta ujian 5.113 siswa kemudian delapan sekolah swasta dengan jumlah peserta 380 siswa sementara Madrasah Ibtidaiyah berjumlah 16 sekolah dengan jumlah peserta 295 siswa.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Luwu Timur, H. Ahmar mengatakan pelaksanaan ujian hari ini (Senin red) telah berjalan sesuai dengan harapan bersama baik dari segi distribusi soal maupun keamanan saat proses ujian itu berlangsung.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, baik dari keamanan maupun distribusi soal, karena jauh sebelumnya yakni, Senin (11/5/15) pekan lalu soal ujian sudah tiba di Mapolres Luwu Timur dan saat ini sudah didistribusikan ke setiap Polsek – Polsek pada hari Rabu (13/5/15) kemarin,” ungkap Ahmar yang ditemui diruang kerjanya, Senin (18/5/15) siang ini.
Menurutnya, pembuatan dan perakitan soal – soal ujian ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sehingga kebocoran terhadap soal yang dikerjakan oleh siswa tersebut telah dijamin tidak akan terjadi.
“Ada tiga mata pelajaran yang dirakit di Provinsi seperti Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sementara mata pelajaran lainnya itu dibuat di Kabupaten,” ungkap Ahmar.
Ahmar optimis jika target capaian indeks penilaian akan lebih baik dari tahun yang lalu, sebab, lanjut Ahmar, jauh sebelumnya siswa – siswa yang akan mengikuti ujian ini sudah dibekali dengan memberikan tambahan jam mata pelajaran atau les.
“Kami optimis akan meraih klasifikasi A dengan capaian indeks penilaian yang sangat memuaskan, tahun lalu kita telah masuk dalam 10 besar capaian tersebut,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora), Ismail menambahkan untuk hari pertama ini, siswa akan diberikan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemudian pada hari Selasa mata pelajaran Matematika, Rabu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Selanjutnya Kamis, siswa akan diberi soal mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan, kemudian Jumat mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Seni Budaya dan Keterampilan, dan Sabtu mata pelajaran Penjaskes dan Muatan Lokal.
“Selama tiga hari ini siswa hanya dibebankan satu mata pelajaran saja dengan waktu ujian selama dua jam yang dimulai pukul 08.00 wita dan berakhir tepat pukul 10.00 wita. Semua soal ujian selama tiga hari ini bersumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk tiga hari berikutnya, soal ujian dibuat Dinas Dikbudparmudora dan Pihak Sekolah,” ungkap Ismail.




