Pihak Perum Bulog Subdivre VII Kota Palopo menjamin jika beras yang beredar di wilayah Tana Luwu dan Tana Toraja masih terjamin keaslian dan mutunya. Pasalnya, beras yang beredar di wilayah ini merupakan beras yang diproduksi oleh petani lokal dan bukan beras yang berasal dari luar.
Kepala Perum Bulog Subdivre VII Kota Palopo, Abdul Hamid Majid mengatakan wilayah Luwu Raya merupakan salah satu daerah lumbung beras di Sulawesi Selatan, terutama untuk kebutuhan beras masyarakat yang masih mengandalkan beras lokal.
“Apalagi saat ini tengah memasuki musim panen, sehingga distribusi beras di pasaran wilayah Luwu Raya ini masih mengandalkan beras lokal,” ungkap Hamid.
Meski begitu, Perum Bulog akan tetap melakukan pengawasan ketet guna menghindari peredaran beras sintetik atau beras plastik, termasuk beras yang mengandung bahan kimia berbahaya.
“Apalagi sekarang ini beras plastik telah menjadi isu Nasional dan patut dilakukan pengawasan ketat. Upaya itu seperti memperketat pengawasan sirkulasi beras masuk dan keluar dari gudang Bulog Palopo, yang berpusat di Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo,” ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini stok beras di gudang Perum Bulog Balandai adalah sebanyak 570 ton yang seluruhnya berasal dari petani lokal dan terjamin keaslian serta mutunya karena telah melalui uji kualitas.
Pihak Bulog juga menjamin ketersediaan stok beras hingga bulan suci ramadhan tahun ini. “Untuk empat bulan ke depan, stok beras masih aman, ketersediaan beras masih mencukup kebutuhan masyatakat,” ungkap Hamid.
Dia merincikan, kebutuhan beras masyarakat di Luwu Raya adalah mencapai 130 ton per bulan.




