Upaya melestarikan budaya oleh pemerhati budaya yang tergabung dalam Pompessi Luwu patut diacungi jempol, pasalnya pemerhati budaya tersebut sukses menggelar pameran benda pusaka dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Pameran yang berlangsung di Gedung F–Gym Sorowako berhasil menyedot pengunjung dari berbagai kalangan, pameran ini memamerkan berbagai senjata khas Sulawesi Selatan berupa Badik, tombak, keris dan pedang yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi karena benda benda tersebut merupakan warisan pusaka dari berbagai kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan.
Kegiatan bertemakan “Napak Tilas Peradaban Besi Sulawesi” ini diikuti berbagai pemerhati budaya se Sulawesi Selatan seperti Bone, Parepare, Bulukumba, Sidrap, Luwu dan Makassar.
Ketua Pompessi Luwu Indra Wijaya menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya dan adat Sulawesi Selatan, dimana saat ini, generasi muda sudah jarang sekali ingin mengetahui nilai budaya dan sejarah.
Selain Pameran Benda Pusaka, berbagai kegiatan yang digelar serangkaian pagelaran seni budaya antara lain, seminar tentang Danau Matano dengan narasumber pakar Geeologi dan Arkelog diantaranya, Prof. Edward L Poelinggomang, Eng Asri Jaya dan Iwan Sumantri, serta Teatrikal Danau Matano The Spring Of Life.
Indra mengaku acara ini sengaja digelar agar masyarakat tetap ingat dan tahu bagaimana sejarah, berbagai peninggalan dan tradisi yang dimiliki daerahnya. Dirinya juga berharap tradisi ini jangan sampai dilupakan khususnya oleh rekan-rekannya sebagai sesama generasi muda.
“Kita melaksanakan kegiatan ini semata-mata untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang harus terus dilestarikan,” Indra.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Syahidin Halun saat penutupan kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada panitia yang tergabung dalam Pompessi Luwu yang telah mensukseskan kegiatan ini.
“Kita sadar bahwa dalam melestarikan budaya, kita sering mendapat hambatan, namun saya bangga dan patut memberikan apresiasi kepada para panitia, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang terus berupaya mengenalkan dan menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi kearifan lokal,” Ujar Syahidin saat menutup kegiatan tersebut.
Pada penutupan Pameran Pusaka tersebut Sri paduka Datu Luwu XL H. Andi Maradang Mackulau Opu To Bau menyerahkan secara simbolis penghargaan pameran pusaka kepada Andi Syamsu Alam sebagai perwakilan pemerhati pusaka, Prof Dr. Edward. L . Poelinggomang selaku narasumber seminar dan PT Vale selaku sponsor.




