Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Luwu Timur, Ismail, mengaku, sangat menyesalkan adanya sikap yang tidak patut dipertontonkan oleh oknum pelajar hingga melakukan aksi ‘ciuman’ usai pengumuman kelulusan.
Padahal, kata Ismail, pihak dinas sudah menghimbau kepada seluruh pihak sekolah agar tidak ada yang melakukan aksi konvoi dan aksi coret – coret baju usai pengumuman kelulusan.
“Saya akan mempertanyakan ke pihak sekolah kenapa ada kejadian seperti ini, aksi konvoi dan coret – coret baju sudah kita tekankan agar tidak dilakukan tetapi masih saja dilakukan, hingga adanya siswa yang memberikan contoh yang tidak baik didepan umum,” ungkap Ismail, melalui via telepon, Kamis (11/06).
Menurutnya, untuk menghindari aksi – aksi tersebut pasca pengumuman, pihak sekolah hanya mengundang para orang tua siswa untuk menerima hasil kelulusan dan diharapkan agar para siswa tinggal dirumah.
“Sekolah hanya mengundang orang tua saja tetapi rupanya siswa mungkin sudah janjian dengan teman – temannya, untuk sanksi, kami akan serahkan ke pihak sekolahnya,” ungkap Ismail.
Sebelumnya diberitakan, aksi tak patut dicontoh, dipertontonkan oleh oknum pelajar di salah satu SMP di Luwu Timur saat merayakan kelulusan, Rabu (10/6/15) kemarin. Dengan tingkat kelulusan 100 persen di sekolah ini, dirayakan dengan aksi coret baju dan konvoi. Tidak hanya itu, beberapa pelajar bahkan memperlihatkan aksi tidak senonoh bahkan di depan rekan-rekan mereka yang lain.
Hal itu terlihat dalam sebuah foto yang diposting di salah satu akun facebook milik seorang pelajar SMP Negeri 2 Malili, yang memperlihatkan sepasang pelajar yang berciuman mesra. Ironisnya, aksi ciuman mesra itu diduga dilakukan masih dalam lingkungan sekolah mereka.
Dalam foto tersebut, seorang pelajar yang memeluk pasangannya dan memberikan ciuman mesra. Aksi itu dilakukan didepan rekan-rekannya yang lain yang sedang ikut merayakan kelulusan. Tampak juga baju yang dikenakan tercoret dengan berbagai warna sebagai tanda kelulusan mereka. Ironisnya lagi, foto itu justru disebar di sosial media dan dapat dilihat oleh siapa saja.
Aksi ini tentu saja mengundang keprihatinan, mengingat perayaan kelulusan ini dilakukan dengan tindakan tidak senonoh.