Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kabupaten Luwu Timur telah menemukan dugaan adanya Beras Miskin (Raskin) yang dianggap tidak sesuai dengan petunjuk Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI).
Pasalnya, Raskin yang telah didatangkan ke sejumlah desa yang ada di Kabupaten Luwu Timur melalui bulog ditemukan ada yang berwarna kekuning – kuningan dan bahkan ada yang berkutu, sehingga secara mekanisme telah melanggar petunjuk Kemensos RI.
Pendamping TKSK, Abdul Fatir Parengrengi, mengatakan, sejak tahun 2014 lalu, dirinya kerap menemukan adanya Raskin yang tidak sesuai dengan petunjuk Kemensos RI. Namun sayangnya, fungsi yang telah diberikan oleh Pemerintah pusat hanya sebatas melakukan pendampingan dan pemantauan saja.
“Temuan kami banyak dilapangan, tapi fungsi kami sangat terbatas pak, jika kami menemukan yang tidak sesuai mekanisme, kami tidak punya hak untuk menegur dan hanya diminta untuk mendata hasil temuan selanjutnya melaporkan,” ungkap Fatir yang ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Nakertransos) Luwu Timur.
Selain beras yang berwarna kekuning – kuningan dan berkutu, kata Abdul Fatir, temuan lainnya seperti adanya oknum aparat desa yang juga mengambil ‘jatah’ beras padahal bantuan ini khusus untuk masyarakat miskin saja.
Lebih parahnya lagi, katanya, adanya Raskin yang dititip di beberapa toko untuk dijual, padahal bantuan itu hanya dapat dijual di masing – masing kantor Desa dengan harga subsidi pemerintah.
“Ada juga yang tidak sesuai timbangan (berat), dan oknum aparat desa lebih mengutamakan keluarganya meskipun keluarganya itu sudah tidak tinggal lagi di desa itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Nakertransos Luwu Timur, Mas’ud Masse, membenarkan adanya temuan dari TKSK tersebut. Menurutnya, hasil temuan itu akan dikomunikasi dengan Ekonomi Pembangunan (Ekbang) sebagai penyelenggara Raskin di wilayah Luwu Timur.
“Kami tidak akan tinggal diam dengan adanya temuan – temuan seperti ini, teman – teman TKSK juga sudah kami minta untuk merampungkan dan melaporkan secara tertulis temuan itu, kami juga akan turun melakukan investigasi,” ungkap mantan asisten Ekonomi Pembangunan Luwu Timur.
Data yang dihimpun dari Ekbang Luwu Timur, jumlah penerima Raskin tahun 2015 sebanyak 13.082 Rumah Tangga Miskin (RTM). Dari jumlah itu, Burau 2.268 RTM, Wotu 1.764, Tomoni 1.181, Tomoni Timur 935, Mangkutana 1.054, Kalaena 595, Angkona 2.041, Malili 1.231, Wasuponda 915, Towuti 889, dan Nuha 209.




