Pemerintah Kota Palopo bekerjasama dengan unsur TNI dari Kodim 1403 Sawerigading menggelar pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan dan Pelayanan Gratis KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Kota Palopo tahun 2015, di Auditorium SaokotaE, selasa (1/9/15) siang tadi.
Kegiatan yang mengangkat tema ‘Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Dapat Menekan Jumlah Penduduk’ ini dihadiri oleh oleh sejumlah personel TNI, pihak BKKBN Provinsi Sulawesi selatan, BKKBN Kota Palopo, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat.
Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Uthiasari Judas menyampaikan terimakasih atas kontribusi TNI yang sangat besar yang memberikan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.
“Ini bukti nyata TNI dalam memberikan bhakti kepada masyarakat demi menciptakan masyarakat yang lebih mandiri ke depannya,” ungkap istri Wali Kota Palopo, Judas Amir ini.
Menurutnya, dengan adanya pencegahan terhadap kelahiran, maka sendirinya kita dapat menghemat biaya kesehatan, pendidikan, pangan dan anggaran pemukiman, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pendapatan perkapita, menurunnya laju pertumbuhan penduduk serta menurunnya angka kemiskinan.
“Karena berdasarkan data, tingginya angka kelahiran di beberapa wilayah menjadi dampak tingginya angka kemiskinan,” jelasnya.
Uthiasari juga mengajak masyarakat untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara dengan tidak membebani Negara, salah satunya dengan cara mengikuti program KB ‘Dua Anak Cukup’.
“Karena dengan jumlah penduduk yang banyak, negara terbebani akan penyediaan fasilitas dan biaya kesehatan, pendidikan, pangan, dan lapangan kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Palopo Muhammad Kasim Alwi, menyampaikan bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang selalu memikirkan masyarakatnya diwilayah tugasnya untuk menjadi sejahtera. Sehingga untuk mengatasi masalah di suatu wilayah harus tuntas dari hulu sampai ke hilir.
“Kita kebanyakan terkecoh dengan mengatasi masalah hanya di hilir saja, sementara di hulu banyak persoalan yang perlu diatasi seperti masalah kesehatan, pendidikan ,kependudukan dan lainya,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan KB adalah persoalan pemahaman, persoalan sosialisasi, dan kepedulian masyarakat. Dia pun berharap masyarakat mampu untuk menumbuhkan kesadaran agar bisa ikut dan peduli dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk,
“Artinya ada harapan besar keterlibatan masyarakat untuk ikut mendukung program KB, karena merupakan agenda yang sangat penting,” tegasnya.
Pantauan luwuraya.com, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan KB gratis kepada para Akseptor KB dengan menggunakan metode Implan dan IUD.




