Calon Bupati Luwu Timur, Nur Husain terus melakukan pemantapan tim pemenangan disejumlah desa dan kecamatan yang ada di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini. Pemantan kali ini berlangsung di ruang pertemuan kecamatan Malili, Sabtu (18/9/15) kemarin.
Dalam pemantapan itu, pasangan Esra Lamban tersebut terlihat memberikan semangat kepada tim pasangan Nusantara untuk terus bergerak, bekerja dan bersatu untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 itu.
“In Shaa Allah, jika kita semua ini bersatu dan bekerja, maka kemenangan itu akan diraih, Jangan miki ragukan komitmenku, karena kita semua tauji bagaimana jejak rekamku saat saya menjabat camat di Towuti dan Wasuponda,” ungkap Nur Husain.
Saat menjabat sebagai camat, kata Nur Husain, pintu Rumah Jabatan (rujab) saat itu terus terbuka lebar untuk menerima saran dari masyarakat sehingga hal tersebut akan kembali dilakukan jika masyarakat memberikan amanah untuk menjadi Bupati di Kabupaten Luwu Timur.
“Rumah jabat adalah rumah rakyat sehingga terbuka untuk kita semua, baik untuk menyampaikan saran maupun kritik jika masyarakat memberikan amanah kepada Nur Husain dan Esra Lamban memimpin daerah ini,” ungkap Nur Husain disambut tepuk tangan dari tim pemenangan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat ini juga menegaskan kalau selama ini mantan Bupati Luwu Timur dua periode, Andi Hatta Marakarma, sangat serius mendukung dirinya bersama Esra Lamban.
“Opu Andi Hatta selama ini turun langsung bertatap muka dengan masyarakat, bahkan beliau rela kepelosok – pelosok bertemu langsung dengan masyarakat, demi memenangkan pasangan nomor urut 1 ini,” ungkapnya.
Sebelum menutup kegiatan tatap muka bersama tim Nusantara, Nur Husain yang didampingi Ketua tim pemenangan, H Amrizal juga mengharapkan agar tim pemenangan terus bekerja dan mengingatkan agar menjalankan pola politik santun.
“Ingatki, jangan sekali kali pakai cara – cara yang kotor dalam bersosialisasi. Ajakki keluarga, teman, tetangga untuk bersatu memilih saya dan Esra, tapi janganki main paksa atau kasar sama sesamata, karena itu hanya membuat sakit dan berujung dendam,” kata Nur Husain.




