Kekeringan masih menjadi momok yang menakutkan bagi petani padi sawah, utamanya sawah tadah hujan.
Musim kemarau panjang yang saat ini masih berlangsung dapat mengakibatkan ribuan hektar tanaman padi mengalami kekeringan, dan bisa menyebabkan gagal panen. Belum lagi petani yang memang tidak melakukan aktivitas sama sekali di lokasi persawahannya akibat tidak adanya air.
Melihat fenomena seperti itu, Dinas Pertanian melakukan gerakan antisipasi darurat kekeringan, dengan menerapkan sistem pinjam pakai pompa air. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Muhammad Pajar kepada media ini.
“Saat ini kami menerapkan sistem pinjam pakai pompa air guna mengatasi darurat kekeringan di berbagai wilayah di Luwu Utara, seperti yang kami lakukan saat ini di Desa Mari Mari,” ungkap Pajar melalui telepon selulernya.
Pajar mengatakan, penerapan sistem pinjam pakai pompa air dilakukan karena sebagian kelompok tani memiliki pompa ukuran kecil, sehingga volume air yang keluar tidak mampu mencukupi kebutuhan air di sawah. Di Mari Mari, kata Pajar, pompa yang digunakan adalah pompa dari Desa Uraso, yang mana ukurannya 6 inci.
“Untuk di Mari Mari saja kita pinjam pompa dari Uraso karena pompa di sana ukurannya besar, sehingga volume air yang keluar juga akan besar,” terang Pajar.
Dinas Pertanian tidak sendiri. Kegiatan membawa pompa air dari desa ke desa juga dibantu oleh pihak TNI-AD. Kedua lembaga ini sudah berkomitmen untuk saling mendukung di lapangan, sehingga terjadilah akselerasi dalam pelaksanaannya di lapangan. “Kami tidak sendiri, kami juga ditemani aparat TNI dalam pelaksanaan ini,” ungkap Pajar.
Di tempat terpisah, seorang pegawai Dinas Pertanian, Muhajir, mengungkapkan bahwa kondisi padi di Mari Mari sudah sangat kering. Padahal fase pertumbuhannya sudah mulai masuk fase primordial. Untuk mengantisipasi agar padi terselamatkan dari kekeringan, maka digunakanlah pompa ukuran besar untuk mengeruk air dengan volume yang besar, sehingga padi tersebut bisa diselamatkan dari kekeringan dan pada akhirnya dapat dipanen.
“Kondisi padi di sana sudah sangat kering. Padahal tidak lama lagi masuk fase primordial. Ini yang harus kita selamatkan. Olehnya itu, kita datangkan pompa besar ukuran 6 inci dari Desa Uraso. Dan atas bantuan aparat TNI yang juga diterjunkan guna mengatasi kekeringan yang melanda sebagian besar persawahan padi di Luwu Utara, maka kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik,” pungkas Muhajir. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala BP3K Kecamatan Sabbang dan PPL Wibi Desa Mari Mari.




