Pemuda desa Parumpanai dan Kawata Kecamatan Wasuponda telah mengundang Calon Bupati (Cabup) Luwu Timur nomor urut 1 yakni Nur Husain dalam rangka acara silaturahmi yang berlangsung didua lokasi yang berbeda, Rabu (4/11) kemarin.
Acara yang digelar oleh masing – masing pemuda desa tersebut dilakukan didusun Bironojaya, Desa Parumpanai pada pukul 15.30 wita sore kemarin. Kehadiran Nur Husain yang juga mantan camat Wasuponda itu disambut ratusan warga setempat.
Dalam silaturahmi itu, tokoh pemuda Parumpanai, Ismail juga terlihat menyatakan sikap untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 yakni Nur Husain dan Esra Lamban pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dihelat 9 Desember mendatang.
“Kami sudah berkomitmen untuk memenangkan pak Nur dan Pak Esra, beliau (Nur) merupakan putra daerah dan pernah memimpin kecamatan ini,” ungkap Ismail dihadapan ratusan warga yang hadir.
Ayah panggilan akrab Nur Husain, kata Ismail, sudah teruji kepemimpinannya sejak menjabat sebagai camat disini (Wasuponda) sehingga masyarakat Wasuponda khususnya didesa Parumpanai ini sudah tidak lagi meragukan sosok beliau.
“Kita tahu betul beliau (Nur Husain), beliau sangat merakyat apa lagi saat ini beliau juga didukung mantan Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, itu artinya, sosok pak Nur dimata Opu Hatta memang berbeda dengan yang lain sehingga Opu Hatta jatuhkan pilihannya ke pak Nur,” ungkapnya.
Dilokasi yang berbeda, tokoh pemuda desa Kawata, Nurlang juga menyatakan diri untuk siap memenangkan pasangan bertagline “Kekuatan rakyat” ini. Dihadapan warga, Nurlang mengaku jauh – jauh dari Kalimantan hanya untuk datang membantu pasangan nomor urut 1 ini.
“Saya warga disini, saya ini bekerja di Kalimantan, karena beliau kembali maju, maka saya juga terpanggil untuk datang membantu beliau,” ungkap Nurlang.
Calon Bupati Luwu Timur, Nur Husain mengaku terharu dengan adanya pernyataan dukungan dari sejumlah tokoh pemuda yang ada di Kecamatan Wasuponda itu. Menurut pasangan Esra Lamban ini, dirinya maju sebagai calon Bupati bukan untuk membodoh – bodohi rakyat dengan memberikan janji – janji yang tidak dapat terealisasi.
“Saya tidak mau berjanji untuk program – program gratis yang kita tahu itu tidak dapat dilakukan, itu pembodohan, saya ini pernah menjadi tim anggaran sehingga tahu persis,” ungkapnya.




