Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur menghearing pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berlangsung di ruang Banggar, Kamis 31 Maret 2016.
Dalam hearing ini, DPRD meminta kepada PLN agar berkata jujur terkait persoalan pemadaman yang kerap terjadi di Luwu Timur.
“Kalau PLN menginginkan daya dari PT Vale maka kami akan meminta ke Vale. Namun, kami menginginkan PLN agar berkata jujur supaya kita juga tahu pokok persoalannya,” ungkap HM Siddiq BM, wakil ketua DPRD saat memimpin sidang.
Selain Siddiq, ketua komisi III DPRD Luwu Timur, Andi Baharuddin mengaku kalau pemadaman listrik bukan kali ini terjadi. Bahkan pemadaman ini sudah terjadi sejak dulu.
“Kami berharap agar PLN tidak hanya menebar janji saja, kami menginginkan PLN berkata jujur saja,” ungkap legislator partai Gerindra.
Sementara itu, Manager PLN wilayah Palopo, Himawan Sutanto membenarkan kalau pemadaman itu terjadi. Menurutnya, solusi yang paling terbaik adalah Gardu Induk (GI) dan hampir 100 persen pembangunannya akan rampung.
“Solusi terbaik adalah GI, ini solusi utama, berdasarkan kontrak Pembangunan akan selesai Juni 2017 mendatang, kalau ini sudah beroperasi kita tidak butuh lagi dari Vale,” ungkapnya.
Terkait kerapnya terjadi pemadaman, Himawan mengaku kalau hal itu terjadi disebabkan karena 80 persen dari faktor alam yakni pohon tumbang dan mengenai jaringan.
“Ketika ada jaringan tertimpa pohon maka pastinya listrik akan padam, hampir 80 persen pemadaman itu dari ranting pohon sehingga kami berharapkan pohon dijauhkan dari jaringan,” ungkapnya.




