Hasil panen padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) di Desa Libukang Mandiri, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur mengalami peningkatan. “Sebelumnya, hasil panen itu rata-rata 5,3 ton perhektar sementara saat ini meningkat menjadi 6,8 ton perhektar.
Kegiatan panen kedua ini dihadiri, Kepala BP4K, Nursih Hariani, Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang, Direktur PT Bumi Timur Agro, Bakri Badong, Danramil Nuha, Direktur Komunikasi dan Hubungan Luar PT Vale, Basrie Kamba.
Pengembahan padi metode SRI di Desa Libukang Mandiri dimulai sejak 2015 lalu di atas lahan seluas 18 hektar melalui tim koordinasi program terpadu pengembangan masyarakat (PTPM) Pemda Luwu Timur melalui BP4K, PT Vale Indonesia Tbk dan AKAR melalui metode SRI, pertanian dilakukan secara ramah lingkungan, bebas dari penggunaan pupuk kimia dan pestisida.
Pada musim tanam kedua (Januari-Mei 2016), luasan penerapan bertambah menjadi 22 hektar. Para petani dibina melalui proses pembelajaran ekologi tanah, manajemen perakaran, air, proses persiapan melalui pembuatan pupuk organik (Micro organisme lokal dan kompos), penerapan, monitoring dan koodinasi hingga tahapan panen.
Menurut Sujarwo, kelompok tani Harapan Mulia, penerapan SRI sangat membantu petani mengurangi biaya produksi. “Biaya yang dikeluarkan untuk menanam padi semakin bisa ditekan berkat mandirinya petani dalam membuat pupuk organik dan pestisida nabati,” ungkapnya, Sabtu (14/5) kemarin.
Selain itu, beras yang dihasilkan juga lebih sehat karena pengelolaanya bebas dari bahan – bahan kimia. Dirinya berharap, hasil produksi juga bisa lebih meningkat secara bertahap seiring dengan perbaikan kesehatan tanah. “Target kami kedepan pengembangan padi sistem SRI bisa mencapai 40 hektar,” harapnya.
Untuk keberlanjutan program tersebut diperlukan sinergi dengan berbagai pihak. Pemasaran produk beras organik sejak panen perdana yang lalu telah dilakukan melalui BUMD PT Bumi Timur Agro dan pasarnya telah merambah lotte dan hypermart makassar.




