Banjir telah melanda sejumlah desa di kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Senin (23/5) sekitar pukul 21.30 wita malam kemarin. Sejumlah desa itu yakni, Lioka, Baruga, Timampu, Matompi, Langkeraya dan Wawondula.
Mendengar ada musibah banjir tersebut, Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak langsung memantau lokasi banjir di kecamatan Towuti, Selasa (24/5/16) siang ini.
Parojahan yang didampingi Kapolsek Towuti, Iptu Joddy Tetalepta juga terlihat bercengkrama bersama korban banjir dengan penuh keprihatinan.
Usai mengunjungi korban, perwira dua melati itu kembali memberikan pengarahan kepada anggota Polsek Towuti. “Banjir ini terjadi akibat karena derasnya hujan dimalam hari dan berujung pada meluapnya sungai,” ungkap Parojahan.
Kapolsek Towuti, Iptu Joddy menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur soal musibah ini.
“Kita meminta bantuan berupa tenda dan persiapan perahu karet dan menyiapkan perahu karet guna mengantisipasi hujan atau banjir susulan,” ungkap Joddy.
Joddy menjelaskan, banjir yang terjadi ini disebabkan meluapnya sungai Saguni sehingga masuk kerumah – rumah warga yang ada di desa Wawondula, kecamatan Towuti dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
“Perabot rumah korban juga hanyut dibawah air, dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sekitat Rp100 juta,” ungkapnya.
Selain desa Wawondula, desa lainnya yang ada di Towuti seperti desa Lioka, Baruga, Timampu, Matompi, dan Langkeraya.
“Ada beberapa desa yang terendam seperti desa Lioka, Baruga, Timampu, Matompi, dan Langkeraya. Ditimampu sendiri sampai 1 meter air,” ungkap Hendra Putra Hatta, anggota DPRD Luwu Timur.
Hendra menambahkan, banjir yang terjadi disejumlah desa itu disebabkan karena meluapnya sungai yang ada di Towuti termasuk sungai di Pekaloa. Didesa Timampu sendiri, kata Hendra, air telah merendam sejumlah rumah warga dengan ketinggian air hingga 1 meter.
Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris BPBD Kabupaten Luwu Timur, Asyhar membenarkan adanya musibah itu. Saat ini, pihak BPBD juga melakukan investigasi dilapangan.
Menurutnya, banjir yang melanda desa di kecamatan Towuti itu disebabkan karena meluapnya air sungai. “Air sungai meluap, dan sementara dilakukan investigasi,” ungkapnya.




