Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur turun memantau lokasi tempat pembuangan limbah perusahaan pengelola Kakao milik PT Mars Symbioscience Indonesia, Selasa (28/6) kemarin.
Pemantauan itu dipimpin langsung wakil ketua DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang didampingi anggota DPRD komisi III yakni Andi Endi B Shin Go dan H. Hendra Putra Hatta serta Bapedalda Luwu Timur.
Wakil ketua DPRD Luwu Timur, Aris Situmorang mengatakan, pemantauan ini dilakukan berdasarkan adanya aduan dari masyarakat soal pembuangan limbah PT Mars yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tomoni.
Menurutnya, aksi pembuangan limbah yang dilakukan di TPA Tomoni tersebut dinilai sudah tidak prosedur. Mestinya, perusahaan sekelas PT Mars ini harusnya sudah menyiapkan unit pengelola limbah sendiri.
“Insya Allah, selesai hari raya Idul Fitri kita akan agendakan untuk mengundang pihak PT Mars dan Bapedalda dalam rangka dengar pendapat,” ungkap legislator partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Usai meninjau TPA Tomoni, rombongan tersebut langsung mendatangi lokasi pabrik PT Mars di desa Cendana Hijau, kecamatan Wotu, kabupaten Luwu Timur. Kedatangan ini disambut baik oleh Manager Site PT Mars, Hasrul Baharuddin.
Setelah bercakap – cakap beberapa menit, rombongan meminta kepada manager untuk meninjau langsung proses pengelolaan limbah yang ada dipabrik tersebut.
Manager Site PT Mars, Hasrul Baharuddin tidak membatah kalau pihaknya pernah membuang limbah di TPA Tomoni. Namun, setelah pihaknya mendapatkan informasi kalau disekitar TPA tersebut terdapat mata air maka waktu itu juga pembuangan limbah dihentikan.
Hasrul menambahkan, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) milik PT Mars akan rampung pada Agustus 2016 mendatang sehingga untuk sementara ini limbah tersebut disalurkan ke tempat yang sudah disiapkan oleh perusahaan.
“Sebenarnya bukan limbah pak tetapi itu hanya Pulp lendir kakao, Pulp ini juga dapat dijadikan pupuk kompos namun di Luwu Timur belum ada yang manfaatkan,” ungkapnya.




