Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Pemkot Palopo Bebaskan Warga Berobat
Palopo

Pemkot Palopo Bebaskan Warga Berobat

Redaksi
Redaksi Published 31 Januari 2017
Share
2 Min Read
SHARE

Kepala BPJS Cabang Palopo, Andriansyah mengatakan Pemeritah Kota Palopo merupakan daerah ketiga di Indonesia yang menjalin kemitraan dengan BPJS dalam ‘memerdekakan’ warganya dari biaya kesehatan. “Di Indonesia, Kota Palopo yang ketiga. Tapi di Indonesia Timur, Kota Palopo menjadi yang pertama,” ujarnya dalam pertemuannya dengan Pemkot Palopo di Aula Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (31/1/2017).

Andriansyah juga menuturkan, jika ini merupakan terbosan yang sangat baik. “Dimana tidak ada kuota tanggungan, tapi menjamin seluruh warga,” kata Andriansyah.

Program gratis berobat itu dilahirkan, setelah Wali Kota Palopo, HM Judas Amir tidak menginginkan ada warganya mengalami kendala ketika berobat di rumah sakit, maupun di Puskesmas.

“Semua warga yang berdomisili di Kota Palopo ini, kami akan jamin kesehatannya. Bagi yang belum memiliki kartu BPJS, cukup dengan memperlihatkan Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) , maka akan dilayani BPJS Kesehatan di Rumah Sakit,” tegas Judas Amir saat memimpin pertemuan dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, bersama camat dan lurah serta kepala SKPD.

Judas menegaskan, jaminan kesehatan yang diberikan ke warga jenis kelas III. Namun dia mengingatkan agar warga tidak main-main karena sanksi tegas akan diambil apabila ada yang memiliki kartu BPJS ganda.

Sebenarnya, Judas memprogramkan setiap warga memiliki kartu BPJS, melalui Jaminan Layanan Kesehatan. Namun sebagian warga belum memiliki E- KTP sehingga sulit didaftakan sebagai peserta BPJS.

Berdasarkan data dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Palopo, tercatat sebanyak 29.000 warga palopo yang belum memiliki KTP elektronik. Dengan alasan itu, Wali Kota Palopo menempuh cara yang seperti dikatakan Adriansya, ‘memerdekakan’ warga di bidang kesehatan.

“Bagi yang belum ada KTP atau KK-nya cukup surat keterangan pengganti KTP yang dikeluarkan catatan sipil,” lanjut Judas.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Hari Ini Pasien Sembuh Dari Covid Bertambah 45, Kasus Baru 20 Orang

Kepala Disdagkop-UKM Resmikan Pabrik Kelapa Sawit PT. Teguh Wira Pratama

Pasien Sembuh dari Covid Tambah 94, Kasus baru 29 orang dan 1 Meninggal

Pemkab Luwu Timur Terima Penghargaan dari KemenkumHAM RI

Budiman Lepas Peserta Bimbel iNstyd dan Serahkan Beasiswa Mahasiswa

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kasus Dugaan Pungli Cek Golongan Darah Naik Status
Next Article Soal Rp23 Ribu, DPRD Hearing Pemda Lutim

You Might Also Like

Luwu Timur

Cegah Korupsi, Apdesi Bekali Aparat Penyuluhan Hukum

22 Oktober 2019
Luwu Timur

Pemkab Lutim Gelar Sosialisasi Kekayaan Intelektual Komunal

1 Oktober 2024
Luwu Timur

DWP Lutim Gelar Rapat Anggota Unit OPD Dirangkai Seminar Kesehatan

8 September 2022
Metro

SBY Diberi Gelar Anakaji Mappamonang Ri Luwu

21 Februari 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?