Sedikitnya delapan orang pegawai diduga telah mengkonsumsi barang haram atau narkoba. Hasil tersebut adalah hasil sementara yang disampaikan salah seorang tim yang tergabung dalam tes urine dikantor Bupati, Senin 6 Februari 2017.
“Kalau garisnya satu, itu artinya urinenya positif, sementara kalau dua negatif. Untuk sementara ada delapan urine yang diduga positif. Tetapi apakah dia telah mengkonsumsi Narkoba atau ada obat lainnya,” ungkapnya.
Hasil tes urine yang diduga positif tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati (wabup) Luwu Timur, Irwan Bachri Syam diruang bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol sekertariat Daerah Luwu Timur.
Sementara itu, Koordinator medis tes urine, Safaruddin mengatakan, tes urine yang digunakan untuk mendeteksi pengguna narkoba atau obat obatan lainnya adalah tes multidrug.
“Alat tes multidrug ini memiliki enam jenis parameter yang masing – masing bekerja untuk mendeteksi jenis obat yang telah dikonsumsi,” ungkap Safaruddin yang ditemui disela – sela tes urine.
Untuk diketahui, sebanyak 1.000 orang peserta yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Honorer dan tenaga upah jasa di kabupaten Luwu Timur saat ini menjalani tes urine. Jumlah tersebut telah melebihi target dari BNK yakni 500 orang peserta saja.




