Masyarakat adat yang tergabung dalam tiga Pilar telah menggelar aksi demonstrasi yang berlangsung di bandara Soroako, kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur, Minggu 26 Maret.
Aksi yang dilakukan oleh tiga Pilar ini menolak keberadaan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanter di Soroako. Selain itu, penolakan lainnya juga dilakukan terhadap, Basri Kamba, managemen PT Vale Indonesia.
Penolakan tersebut berbuntut rasa kekecewaan yang dirasakan oleh masyarakat adat tiga Pilar atas janji yang telah disampaikan oleh Presiden Komisaris PT Vale, Jenifer Makki.
Janji yang disampaikan melalui teleconference untuk bertemu dengan masyarakat tidak dilakukan padahal Jenifer Makki telah berada di Soroako selama tiga hari sejak 24 Maret lalu.
Koordinator aksi, Jois A Baso mengatakan, aksi demonstrasi ini adalah luapan kekecewaan atas janji Jenifer Makki selaku presiden komisaris PT Vale untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat ( tiga Pilar).
Menurutnya, Jenifer Makki berada di Soroako sejak tanggal 24 hingga 26 Maret kemarin. Hanya saja, pihak PT Vale di Soroako tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pertemuan.
“Padahal dalam teleconference antara wakil masyarakat pada bulan lalu beliau telah berjanji bahwa apabila berkunjung ke Soroako akan menyempatkan bertemu dengan perwakilan masyarakat,” ungkap Jois.
Suara penolakan juga terlihat disampaikan oleh para demonstran melalui spanduk yang berisikan tulisan “we Refuse Nico Kanter and Basri Kamba”
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang nikel milik PT Vale Indonesia, tbk hingga saat ini.




