Helikopter yang ditumpangi Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman mengalami pendaratan darurat di Bandara I La Galigo. Meski pendaratan tersebut berjalan lancer dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetap mengganggu jawal kunjungan kerja Anran yang sedianya akan menuju ke Kabupaten Tana Toraja.
Setelah menjalani proses ‘evakuasi’ usai pendaratan darurat, Amran dan rombongan memilih untuk menempuh jalur darat menuju ke Tana Toraja, memilih untuk mampir tersebih dahulu ke rumah jabatan Wali Kota Palopo, di Jl Veteran, Kecamatan Wara, Selasa (24/4/18).
Dalam kunjungan yang tidak terjadwal itu, Amran disambut hangat Penjabat Wali Kota Palopo, Andi Arwin Azis.
Saat dikonfirmasi, Amran Sulaiman mengatakan tujuannya turun ke daerah-daerah untuk memantau kesetabilan harga menjelang Ramadan.
Dikatakan, Toraja dan Enrekang bakal dijadikan sentra kopi di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kalau Luwu Raya akan kami jadikan sentra lada/merica. Kalau Palopo setelit ternak ayam,” katanya. Saat ini Amran Sulaiman beserta rombongan menlanjutkan perjalanan ke Tana Toraja.
Untuk diketahui, Sedianya, rombongan Mentan RI itu akan mendarat di Toraja, namun karena cuaca buruk di Toraja, sehingga pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara I La Galigo, Bua.
BACA : Lihat Kesigapan Tim Damkar Kota Palopo Merespon Pendaratan Darurat Heli Rombongan Mentan RI
Beruntung, pendaratan itu berlangsung lancar dan tidak terjadi kerusakan apapun, maupun jatuhnya korban.
Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf M Imasfy, yang dikonfirmasi membenarkan helikopter yang ditumpangi Mentan RI mendarat darurat. Menurutnya, helicopter tersebut saat ini masih berada di Bandara I La Galigo Bua, sementara rombongan Mentan RI melanjutkan perjalanan menuju Tana Toraja melalui jalur darat.




