Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Sebelum Dibakar, Korban Diajak Minum Ballo
HukumNews

Sebelum Dibakar, Korban Diajak Minum Ballo

Redaksi
Redaksi Published 14 Juli 2018
Share
2 Min Read
SHARE

BELOPA  – Sampe, 45 tahun, masih terbaring lemah di rumahnya. Kedua kakinya masih melepuh dan menghitam, akibat luka bakar yang dideritanya. Tiga lembar daun pisang muda, menjadi alas saat dia berbaring. “St itu ponakan saya. Malam itu dia datang ke pondokku dan mengajak saya ke tempat minum ballo, tapi saya tolak,” kata Sampe, Sabtu (13/07/18).

Karena ajakannya ditolak, St kemudian pamitan pulang dan berpesan agar Sampe, waspada. Tak lama setelah itu, St kembali datang, sambil menenteng botol berisi bensin. “Saya dengar suara orang berjalan, ternyata St kembali dan membawa botol, dia langsung menyiramkan bensin lalu membakar saya,” ujarnya.

Dalam kondisi terbakar, Sampe berlari dan berusaha mencari bantuan. Dia terus berloncatan agar api yang membakar betis dan pahanya, bisa padam. Untungnya, api hanya membakar betis dan pahanya, sementara selimut yang dia gunakan beristirahat di pondoknya, juga ikut terbakar.

“Pelaku langsung pergi setelah saya dibakar. Saya benar-benar tidak menyangka akan mengalami peristiwa ini,” ungkapnya.

Adapun St, mengaku nekat membakar pamannya sendiri, lantaran kesal. Kemarahan St bermula ketika dia melintas di depan pondok kebun korban. Saat itu ada tali tambang yang membentang dan menghalangi jalan setapak yang biasa dilaluinya.”Sebenarnya sudah sering saya sampaikan, supaya tali yang membentang di jalan, segera dipindahkan, tapi tidak digubris,” kata St, kepada polisi.

Tali yang dimaksud St, adalah tali orang-orangan yang digunakan untuk menghalau hama dan babi, pada tanaman jagung milik korban. Tali tersebut melintang dari pondok kebun ke tanaman jagung.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Luwu Utara Targetkan Tiga Besar STQH Sulsel, Persiapan Dimatangkan

Peringati Hari Ibu, Ratusan Ibu di Towuti Gelar Jalan Santai

HUT RI ke 70, Warga Kompleks Batara Guru Malili gelar Permainan Tradisional

Siswi SMA Dirudapaksa di WC Sekolah

500 Personil Gabungan TNI-Polri Jaga Lapas Palopo

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Hulser : Komoditas Holtikultura Potensi Pendapatan Ekonomi Baru
Next Article Pemuda Luwu Timur Pamer Karya di Marasa Camp

You Might Also Like

News

Lagi, KPU Lutra Warning Parpol Soal Dana Kampanye

6 Januari 2014
Hukum

Diajak Hadiri Bazaar, ABG Malang Ini Malah Nyaris Diperkosa

7 Juli 2013
Metro

Pekan Depan, Pemkab Lutim Serahkan SK CPNS dan PPPK Tahun 2024

26 Mei 2025
Luwu TimurOpiniPolitik

Program Inspiratif Kader PDIP Dari Ujung Timur Sulawesi Selatan

30 Juni 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?