Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: Tari Tanduk Bulawan, Cerita Tentang Pemuda Bernama Lesangi
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Tari Tanduk Bulawan, Cerita Tentang Pemuda Bernama Lesangi
Budaya

Tari Tanduk Bulawan, Cerita Tentang Pemuda Bernama Lesangi

Redaksi
Redaksi 31 Oktober 2019
Share
SHARE

Lima pelajar SMP Negeri 4 Masamba dengan badik menghunus di tangan mereka, tampak bersemangat memeragakan tari Tanduk Bulawan, di depan Tugu Masamba Affair Masamba, Selasa (29/10) kemarin. Tarian ini mengisahkan perjuangan tokoh pemuda bernama Lesangi.

Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui kisah Lesangi ini. Dia adalah seorang pemuda yang gugur dalam pertempuran dengan pasukan Belanda yang pecah di Rompu, sebuah desa di Kecamatan Masamba, 29 Oktober 1949.

Dullah, salah seorang guru SMP Negeri 4 Masamba mengatakan siswa memperagakan tari Tanduk Bulawan ini untuk mengenang perjuangan Lesangi.

“Tanduk Bulawan ini berarti pemberani. Tari ini adalah garapan baru yang menceritakan tentang keberanian seorang pahlawan yang ada di Masamba yang bernama Lesangi,” ujar Dullah.

BACA JUGA:

Sugi PA Palopo Jadi Delegasi Indonesia di Festival Tari Topeng Internasional Korsel

“Lesangi ini dikenal sebagai seorang agamawan yang digambarkan melalui gerakan sujud dan tahiyat akhir,” jelasnya lagi. Keberanian Lesangi juga digambarkan dalam gerak dinamis, beladiri dan disertai teriakan.

“Dikisahkan dalam tarian tersebut bahwa Lesangi dan teman-temannya berperang dengan menggunakan senjata badik dan bambu runcing untuk melawan penjajah demi membela dan mempertahankan negeri tercinta,” ucap Dullah.

Untuk mengenang jasa Lesangi, dirinya diabadikan dalam sebuah patung yang menjadi icon di jantung Kota Masamba. Monumen itu dibangun pemerintah untuk mengenang peristiwa Masamba Affair.

Tari Tanduk Bulawan ini merupakan karya koreografi dari Yhugi Pratama Saputra, penata musik Ikbal Makreda, dan lagu pengiring Dullah.

Adapun para penari, diperagakan oleh Ahmad Fauzi, Andika Purnomo, Yudha Arya Weda Soma, Faturrahman Sudarmin, serta Ismal Maulana Fredi, dengan Penanggung Jawab Syamsiah Ponta. Tarian ini diproduksi oleh SMP NEGERI 4 Masamba. Kegiatan Kilas Balik Masamba Affair ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Yusuf Pombatu Apresiasi Gerakan Bersih-Bersih “Mompokolena Inia” di Sorowako

Camat Nuha: Mompokolena Inia Sejalan dengan Program “Jum’at Bersih Juara”

Ngaben di Kertoraharjo: Suasana Haru, Doa, dan Pesan Persaudaraan dari Bupati Luwu Timur

Jihadin Paruge Harap Andi Hatta Marakarma Jadi Penjaga Marwah Budaya Luwu Timur

Pengukuhan Mincara Malili, Pemerintah Lutim Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article PKK Luwu Gelar Nonton Bareng Sejarah Perjuangan Opu Dg Risadju
Next Article Husler Tutup Turnamen Badminton PB Sirda Cup I
Sumber Data Cuaca: prakiraancuaca cuaca besok di Palopo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?