LUWU – Pernyataan Busro, Office Head Terminal BBM Kota Palopo, yang menyebut soal kelangkaan BBM di Luwu raya, bukan kewenangannya, memicu reaksi DPRD dan GMKI cabang Palopo.
Ridwan Bakokang, anggota DPRD Luwu, mengatakan, tugas PT Pertamina, adalah menjamin pasokan BBM di wilayah kerjanya, terjamin. Bukan justru seakan lepas tangan dari tanggungjawab.
“Lalu tanggungjawab siapa? Ini masalah serius yang harus segera ditindaklanjuti,” kata Ridwan Bakokang, Senin 4 November.
Ridwan menyebut, akan melibatkan instans terkait, seperti Dinas Perdagangan, Perizinan dan pihak terkait lainnya. Menurutnya, kelangkaan BBM, khususnya solar, memang sudah terjadi beberapa pekan ini. Antrian kendaraan terjadi hampir di seluruh SPBU di Luwu raya.
Sementara Tandiesak Parinding, Ketua GMKI cabang Palopo, menyayangkan sikap OH TBM Pertamina Palopo, Busro. Idealnya kata Tandi, pihak Pertamia, menggandeng Dinas Perdagangan, Kepolisian dan DPRD, untuk sama-sama turun ke lapangan, mencegek dan mengidentifikasi, penyebab terjadinya kelangkaan.
“Bukan malah mengeluarkan pernyataan yang tidak logis. Kami sedang konsolidasi untuk turun melakukan aksi terkait masalah ini,” kata Tandiesak.
Selain di SPBU Belopa, antrian panjang ratusan kendaraan, juga terjadi di Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.