Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Desa Fiktif Juga Ada di Luwu? Ini Tanggapan Kadis DPMD
News

Desa Fiktif Juga Ada di Luwu? Ini Tanggapan Kadis DPMD

Redaksi
Redaksi Published 6 November 2019
Share
1 Min Read
SHARE

LUWU – Masling Malik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Luwu, menyebut di daerahnya terdapat beberapa desa yang jumlah Kepala Keluarganya hanya puluhan, dengan jumlah penduduk hanya ratusan orang. Namun, minimnya jumlah penduduk, bukanlah ukuran, untuk memvonis desa tersebut sebagai desa fiktif.

“Karena memang dahulu, syarat pembentukan desa baru, tidak seperti sekarang. Untuk pemekaran Desa sesuai UU tahun 2014, minimal 600 Kepala Keluarga, di Luwu, memang ada beberapa desa yang jumlah KK-nya hanya puluhan,” kata Masling Malik, Rabu 7 November.

Dia menambahkan, dari 207 Desa yang ada di Luwu, seluruhnya aktif dan mendapatkan alokasi dana desa dan dana desa, rutin setiap tahunnya. Sementara soal hebohnya berita tentang desa fiktif, Masling justru menyebut Kementrian Dalam Negeri yang harus tegas, dan pasti sudah tahu, daerah mana saja yang terindikasi fiktif, namun menerima dana desa.

Baca Juga

Ratusan Rider Ramaikan Event Trail di Latimojong

Masling mengakui, di Luwu, terdapat 38 desa yang masuk kategori desa sangat tertinggal. Itu disebabkan sulitnya akses menuju ke desa tersebut, sehingga pembangunan infrastrukturnya tidak maksimal serta pertumbuhan ekonominya yang lambat.

Meski demikian, Masling tidak bisa menjamin, apakah di daerahnya tak ada desa fiktif. Sebab sejauh ini, dirinya belum memahami, desa fiktif itu seperti apa.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Nunun Jadi Mahasiswa Pertama UMPalopo Ujian Skripsi Libatkan Penguji Internasional

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Camat Tomoni Timur Kukuhkan Pengurus Baru Forum Anak HITA KARANA

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kunjungi Stand Luwu Timur, Menkominfo Ajak Pemda Bangun Sinergitas
Next Article DLH Luwu Timur Launcing Gelora Adiwiyata Wujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

17 April 2026
Hukum

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

17 April 2026
Ekonomi

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

17 April 2026
Pendidikan

Kasi Bimas Islam Kemenag Palopo Ajak Profesional Lanjut Studi di Pascasarjana UIN Palopo

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?