Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Ikut Diklat di Makassar, Kades Dibebankan Biaya Rp 4,5 juta
News

Ikut Diklat di Makassar, Kades Dibebankan Biaya Rp 4,5 juta

Redaksi
Redaksi Published 24 Januari 2020
Share
2 Min Read
SHARE

LUWU – Sejumlah kepala desa yang ada di Kabupaten Luwu, mengeluhkan biaya pelatihan yang digagas salah satu lembaga yang pelaksanaanya di Kota Makassar.

Tidak tanggung-tanggung, lembaga tersebut mematok biaya hingga 4,5 juta per peserta. Padahal materi kegiatan hanya berlangsung selama dua hari.

Menurut sejumlah kepala desa, pelatihan itu dianggap biayanya terlalu mahal. Selain itu, materi pelatihan yang disampaikan juga sudah pernah diikuti oleh kepala desa baru-baru ini.

Baca Juga

Tiga Emas Antar Luwu Timur Jadi Juara Umum IV MTQ Sulsel

“Biasanya kalau di Makassar biaayanya 3 juta, kalau ini 4,5 juta. Pasti kita harus siapkan dana hingga 6 juta karena perjalanan tidak ditanggung. Selain itu, materinya juga sama pelatihan kami baru-baru ini,” jelas salah seorang kepala desa yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Selain itu, Kades tersebut mengemukakan jika saat ini APBDes untuk tahun 2020 belum ditetapkan. Sementara alokasi anggaran untuk kegiatan itu tentunya berasal dari anggaran APBDes 2020.

“Kalau kita ikut, anggaranya tentu dari APBDesa 2020, sementara anggaran belum ditetapkan jumlahnya perdesa,” ujar kades itu Jumat, 24 Januari 2020.

Terkait hal itu, Kepala Dinas PMD kabupaten Luwu, Masling Malik membenarkan adanya pelatihan yang digagas oleh lembaga swasta di Makassar.

“Soal biaya sepenuhnya diatur sama lembaga itu, karena memang pelaksananya adalah mereka,” urainya.

Sementara itu, Direktur Program lembaga pengembangan manajemen keuangan pembangunan dan pemerintahan daerah Drs. HM Yunus Arfan selaku pelaksana kegiatan yang dikonfirmasi soal ini belum memberikan tanggapan, melalui WA yang bersangkutan hanya membaca pesan, namun tidak memberikan jawaban terkait ini.

 

Laporan: Damrin Arfah Kurupi, Luwu

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Nunun Jadi Mahasiswa Pertama UMPalopo Ujian Skripsi Libatkan Penguji Internasional

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Camat Tomoni Timur Kukuhkan Pengurus Baru Forum Anak HITA KARANA

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Teken Pakta Integritas, Husler Harapkan DPA Lebih Berkualitas
Next Article Aman Digunakan, Bupati Husler Resmikan Pujasera Malili

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

17 April 2026
Hukum

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

17 April 2026
Ekonomi

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

17 April 2026
Pendidikan

Kasi Bimas Islam Kemenag Palopo Ajak Profesional Lanjut Studi di Pascasarjana UIN Palopo

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?