LUTIM — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Huhammad Siddiq BM. terjun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Kamis (16/07/2020) Siang.
Dalam kunjungannya, Siddiq ditemani Direktur Utama (Dirut) PT. Gunung Verbeck Karebbe (PT. GVK), Muhammad Arfah BM. menuju ke lokasi bencana yang berada tepat di jalur trans Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Masamba.
Saat berkunjung ke lokasi bencana, terlihat Wakil Ketua DPRD Lutim ini merasa prihatin dan turut berbelasungkawa terhadap musibah yang melanda Bumi Lamaranginang pada Senin (13/07/2020) Malam lalu.
“Mewakili jajaran Anggota dan Pimpinan DPRD Kabupaten Luwu Timur mengucapkan turut Berduka atas musibah yang melanda Kabupaten Luwu Utara. Semoga seluruh masyarakat Bumi Lamaranginang khususnya bagi korban yang terdampak dapat melewati cobaan ini,” ujar Siddiq.
Dirinya juga berharap kepada seluruh pihak, baik perusahaan swasta, khususnya PT. Vale Indonesia dapat segera merespon dan turut andil dalam melakukan evakuasi ataupun mengirim bantuan ke lokasi terdampak bencana di Kabupaten Luwu Utara.
“Saat ini bantuan terus berdatangan, khususnya dari Kabupaten Luwu Timur. Tetapi kita juga berharap kepada pihak swasta terkhusus PT. Vale Indonesia untuk segera mengirim bantuan berupa alat berat dan perlengkapan pendukung lainnya untuk mengevakuasi limpahan tanah dan pasir yang bercampur lumpur di sepanjang jalur trans Sulawesi serta pemukiman masyarakat,” kata Siddiq saat di temui di lokasi bencana.
Sementara itu, pihak Manajemen PT. Vale Indonesia yang diwakili GM Stakeholder & Relation PT. Vale Indonesia, Yusri Yunus menuturkan bahwa, sejak kemarin (15/07/2020) bantuan berupa logistik dan tandon penampungan air telah diserahkan oleh pihak PT. Vale Indonesia kepada Pemda Lutra.
“Beberapa bantuan logistik dan tandon penampungan air bersih telah disalurkan langsung oleh PT. Vale Indonesia ke Posko Induk Pemda Lutra. Lalu kemudian, hari ini akan dilakukan rapat internal bersama Manajemen PT. Vale Indonesia untuk mengambil langkah-langkah support selanjutnya,” jelas Yusri Yunus.
Diketahui, bencana banjir bandang yang melanda Bumi Lamaranginang menimbulkan kerugian yang cukup besar, baik itu dari segi materi maupun korban jiwa. Data Basarnas hingga hari Rabu (15/20) diketahui jumlah korban yang terdata sebanyak 1.565 orang, Meninggal Dunia 21 orang, dan dalam perawatan 2 orang. (*)




