Sejumlah nelayan asal dusun Lampia, Desa Harapan, Luwu Timur, Sulawesi Selatan keluhkan hasil tangkapan ikan yang kian menurun setiap harinya
Aktifitas pertambangan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) di Wilayah tersebut diduga menjadi faktor penyebab menurunnya hasil tangkapan nelayan lokal yang mengandalkan hasil kekayaan Laut Lampia.
Hal ini diungkapkan tokoh pemuda Desa Harapan, Taslim, kepada Media ini Selasa 09/03/21.
Berdasarkan keluhan para nelayan, kondisi laut lampia saat ini membuat alat tangkap milik para nelayan berubah warna kemerahan dan menjadi kotor hingga berdampak pada hasil tangkap nelayan lokal.
“Hal ini justru sangat berdampak besar terhadap nelayan kecil seperti nelayan pukat, Belle/Bila (Perangkap ikan) yang mencari ikan di sekitar area pelabuhan tambang PT CLM (Jetty)” Ujar Taslim.
Menurutnya, nelayan kecil yang hanya mengandalkan perahu kecil hanya mampu menyisir pinggiran laut lampia, namun saat ini banyaknya lumpur membuat nelayan kecil hanya bisa pasrah dengan kondisi saat ini.
Sebelumnya, warga desa harapan juga mengeluhkan terkait dampak aktifitas tambang PT CLM terhadap nelayan lokal lewat postingan media sosial Facebook.
Seperti dalam postingan akun facebook milik Rijal ijal, minggu 06/03/21 yang mengatakan bahwa Para nelayan yang ada di desa harapan kecamatan malili kabupaten luwu timur kembali merasakan pencemaran air laut.
Berikut isi postingan media sosial tersebut:
Para nelayan yang ada di desa harapan kecamatan malili kabupaten luwu timur kembali merasakan pencemaran air laut, dimana alat penangkap ikan para nelayan begitu kotor akibat dari limbah tersebut dan berdampak ke hasil penangkapan para nelayan yang semakin hari terus menurun
“salah satu nelayan yang merasakan dampak dari pencemaran ini adalah bapak Kaso (Nelayan Bagan) dimana pembuangan limbah tanah dari kapal-kapal pemuat matrial tanah yang akan di bawah ke luar sulawesi selatan justru sangat merugikan bagi masyarakat yang mata pencahariannya adalah nelayan”. (rif)




