LUTIM – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Kab. Luwu Timur, Yulianus, berharap KIM dapat turut terlibat dan membantu Kominfo dalam menyebarluaskan informasi yang benar di Lutim.
Harapan tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri pada acara Penguatan Sumber Daya Komunikasi Publik Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Luwu Timur melalui Bidang IKP, di Ruangan Media Center Dinas Kominfo, Senin (21/06/2021).
Yulianus melanjutkan, KIM dibentuk dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. “Makanya, kita libatkan KIM dan teman-teman KIM ini betul-betul akan kami berdayakan sebagai bentuk perpanjangan tangan kami,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, adapun tugas KIM salah satunya ialah untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peka dan memahami informasi dan memberdayakan masyarakat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Tidak hanya itu, Ia menyebut bahwa KIM juga berperan sebagai fasilitator informasi untuk masyarakat dan mitra Pemerintah dalam penyebaran informasi, sekaligus mengedukasi masyarakat dalam memfilter informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Dan juga penyerap dan penyalur aspirasi masyarakat, kontrol sosial dalam pembangunan, pelancaran antar informasi serta terminal informasi,” sebutnya.
Selain itu, mengenai berita hoax yang menjadi tema untuk hari pertama, Yulianus menyarankan, jangan muda percaya terhadap berita atau informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kita ini aparat Pemerintah, maka tugas kita tentunya memberikan kesejukan, bukan memberikan informasi yang bersifat memprovokasi dan menyesatkan,” tuturnya.
Sementara sebelumnya, Kepala Seksi Kemitraan Informasi dan Komunikasi Publik, Hayati Ilyas mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut digelar Berdasarkan Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial.
“Karena saat ini masih masa pandemi covid19, maka kegiatan kita laksanakan selama 3 (tiga) hari (21-23 Juni 2021) dan masing-masing desa mengirimkan 2 perwakilannya untuk mengikuti acara ini dan jadwal masing-masing desa sudah terlampir di dalam surat yang kami kirim ke desa-desa,” tutup Hayati Ilyas. (rhj)




