Sejumlah warga di Kabupaten Luwu Timur mengaku tidak mau mengkonsumsi ikan yang hidupnya di air asin (ikan laut). Pasalnya, mayat dari penumpang Kapal Motor (KM) Marina Baru 2 B yang karam banyak ditemukan diperairan teluk bone dengan kondisi membusuk.
Hasnawati, warga desa Lampenai, Kecamatan Wotu ini lebih memilih mengkonsumsi telur dan tempe ketimbang ikan laut. Menurutnya, tempat evakuasi mayat KM Marina Baru tersebut merupakan tempat para nelayan untuk mencari ikan.
“Tempat evakuasi mayat itu kan disekitar pasi tellue, perairan teluk bone, disana itu lokasi para nelayan mencari ikan. apa lagi kondisi mayat banyak yang sudah membusuk dan tidak utuh,” ungkap Hasnawati yang ditemui harian BKM, Senin (28/12/15).
Selain Hasnawati, warga lain didesa Ussu, Kecamatan Malili, Nurmiati juga mengakui hal yang sama. Bahkan, dirinya bersama dengan keluarganya tidak akan mengkonsumsi ikan laut selama tiga bulan kedepan dan lebih memilih telur, ikan air tawar atau daging ayam untuk mereka konsumsi.
“Untuk tiga bulan kami tidak makan ikan laut dulu apa lagi kita melihat langsung mayat yang diangkat diperairan teluk bone dalam kondisi membusuk, bisa saja ikan – ikan disana itu ikut memakan kulit – kulit atau daging korban kapal tenggelam,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, para penjual ikan laut juga mengaku sangat kesulitan untuk menjajakan ikannya. Bahkan dalam waktu tiga hari, ikan yang dijajakannya itu baru dapat terjual habis.
“Biasanya kalau ikan satu gabus itu, satu atau dua hari sudah bisa habis terjual, sekarang nanti tiga hari kita keliling menjual baru bisa habis,” ungkap Judding, penjual ikan asal kecamatan Mangkutana.
Sementara itu, Kapolsek Wotu, Ajun Komisaris, Jamal Ansar yang dikonfirmasi mengatakan, pencairan penumpang KM Marina Baru akan berakhir, Selasa (29/12) besok.
Menurutnya, korban yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo, Wotu berjumlah 7 orang diantaranya, lima berjenis kelamin perempuan dan dua laki – laki.
“Semuanya meninggal dunia, penemuan pertama kita berhasil dievakuasi ke RS sebanyak 4 mayat, dan berikutnya menyusul 3 mayat lagi. 4 mayat itu dibawa ke RS Siwa dan 3 lainnya langsung ke RS Bayangkara Makassar untuk di identifikasi oleh tim Disastra Fiktif Aidentifikation,” ungkapnya.
Sebenarnya, kata Jamal, jumlah mayat yang telah ditemukan diperairan teluk bone itu sekitar 20 orang hanya saja mayat tersebut tidak dievakuasi ke RSUD I La Galigo karena langsung dibawa ke Makassar melalui kapal Basarnas.
“Ada sekitar 20 mayat yang masih dievakuasi di perairan pasi toddo’e dan pasi tellue perairan teluk bone, namun kesemuanya itu langsung dibawa oleh kapal Basarnas,” ungkap Jamal.




