Pemerintah dan DPRD Kabupaten Luwu Timur akhirnya sepakat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2016 pada sidang paripurna yang berlangsung diruang rapat paripurna DPRD, Senin (28/12/15).
Sidang paripurna ini dipimpin Wakil Ketua HM Siddiq BM dan juga dihadiri langsung Penjabat Bupati Luwu Timur, Irman Yasin Limpo.
“Dengan mendasari penetapan keputusan gubernur maka saat ini Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2016 dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2016,” jelas Irman.
Secara umum, kata Irman struktur APBD dapat di gambarkan sebagai berikut, untuk Pendapatan sebesar Rp 1.336.075.025.898, selanjutnya belanja daerah sebesar Rp 1.556.893.077.182 maka terjadi defisit senilai Rp220.818.051.284 dan pembiayaan netto sebesar Rp220.818.051.284.
Irman menjelaskan momentum penetapan APBD ini akan menjadi pedoman dan rujukan kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan aktivitas pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Luwu Timur diberbagai sektor pada tahun 2016 yang tinggal beberapa hari kedepan.
Menyinggung sektor prioritas, Irman mengatakan Pembangunan pertanian juga telah memberikan dampak yang positif bagi kinerja pembangunan pertanian di Kabupaten Luwu Timur ini.
Ia menggambarkan Produksi padi tahun 2015 sebesar 281.063,19 ton GKP. Jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2014 sebesar 269.842,10 ton GKP, itu berarti ada kenaikan produksi sebesar 4 persen. Demikian juga dengan rata-rata produktivitas padi tingkat kabupaten, mengalami kenaikan dari sebelumnya 7,12 ton per hektar pada tahun 2014, naik menjadi 7,19 ton/ha ditahun 2015 ini.
Faktor lainnya kata Irman, Kenaikan produksi padi juga ditunjang oleh kenaikan luas tanam dan luas panen. Tahun 2014 luas tanam hanya 38.422 ha sementara tahun 2015 sebesar 38.485 ha. Luas panen tahun 2014 sebesar 37.908 ha, dan tahun 2015 meningkat menjadi 39.204 ha.
Ia meyakini, keberhasilan pembangunan pertanian ini, tentu saja ditopang oleh infrastruktur yang memadai, terutama kesediaan pasokan air.
“sebagai laporan, panjang irigasi yang dikerjakan untuk tahun 2015 oleh pemerintah daerah mencapai 12679,6 meter yang terdiri dari irigasi primer sepanjang 2020 meter, sekunder mencapai 5729,6 meter dan irigasi tersier mencapai 4930 meter,” kuncinya.




