Kasus Kecelakaan Lalu lintas yang mengakibatkan meninggal dunia yang terjadi di wilayah hukum Mapolres Luwu Timur menurun.
Berdasarkan data yang dihimpun, tahun 2014 lalu, jumlah korban Laka yang meninggal dunia sebanyak 33 orang sementara untuk tahun 2015 turun menjadi 28 orang.
Kepala Kesatuan (Kasat) Lantas Polres Luwu Timur, AKP Nazaruddin mengatakan, dari segi kualitas kecelakaan lalulintas menurun dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 28 orang dari tahun sebelumnya yakni 33 orang.
Namun, dari segi kuantitas jumlah Laka meningkat dari 46 kasus tahun 2014 lalu naik menjadi 55 kasus ditahun 2015.
“Itu disebabkan karena Laka terkecil jika dilaporkan akan menjadi laporan Laka juga,” ungkap Nazaruddin, Selasa (29/12/15).
Menurutnya, langkah jitu yang dilakukan oleh pihak Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) dalam rangka mengurangi korban meninggal dunia dengan cara seperti kegiatan preemtif, preventif, dan represif.
Nazar menjelaskan, Untuk langkah preemtif, dirinya melakukan sosialisasi kepada para pengemudi agar lebih berhati – hati, melakukan pemasangan spanduk tertib lalulintas dan imbauan ke setiap sekolah termasuk kegiatan cerdas cermat.
Untuk langkah preventif, pihaknya melakukan upaya patroli disetiap daerah Blackspot atau lokasi pada jalan yang mempunyai jumlah angka tabrakan cukup banyak, penempatan rambu atau tanda bahaya pada jalan yang sering terjadi Laka Lantas dengan bendera merah.
Sementara kegiatan represif, dilakukan upaya penindakan hunting dan stationer pada daerah rawan langgar yang menyebabkan terjadi awal Laka Lantas dan apa bila pelanggar sudah ditindak, dan apa bila ada kendaraan disita maka diberikan sanksi minimal 3 hari penahanan kendaraan.
“Apabila ada knalpot bogar atau knalpot rakitan maka akan disita dan dimusnahkan. Alhamdulillah untuk yang meninggal dunia akibat Laka kita menurun sehingga kedepan kegiatan minimal akan kita pertahankan dan ditingkatkan lagi giatnya guna meminimalisir Laka lantas lagi,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, data Laka dari Mapolres Luwu Timur dari Januari hingga Desember 2015 yakni 55 kasus, meninggal dunia 28 orang, luka berat 43 orang, luka ringan 37 orang, dan kerugian materil diperkirakan Rp380.200.00.
Untuk tahun 2014, jumlah Laka yakni 46 kasus, meninggal dunia 33 orang, luka berat 35 orang, luka ringan 52 orang, dan kerugian materil Rp443.800.000.




