Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Pemkab. Lutim Ikuti Peringatan Ke XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022 Secara Virtual
Luwu Timur

Pemkab. Lutim Ikuti Peringatan Ke XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022 Secara Virtual

Redaksi Luwuraya
Redaksi Luwuraya Published 25 April 2022
Share
4 Min Read
SHARE

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mengikuti peringatan ke XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022 secara virtual di Aula rumah Jabatan Bupati, Kecamatan Malili, Senin 25 April 2022.

Hadir mewakili Bupati Lutim, Sekretaris Daerah (Sekda), H. Bahri Suli, didampingi unsur Forkopimda, para Asisten, dan para kepala SKPD Lingkup Pemkab. Luwu Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah (Otda) ini, diikuti oleh seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Wujudkan ASN yang Proaktif dan BerAKHLAK dengan Membangun Sinergi Pusat dan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Acara puncak peringatan Hari Otda dirangkaikan dengan launching Sistem Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (SI LPPD) Versi 1.1 dan Konsultasi Virtual (Kovi) Otda.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro saat membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa, secara filosofis tujuan dilaksanakannya otonomi daerah melalui pendelegasian sebagian kewenangan urusan pemerintahan yang bersifat konkuren, sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal.

Hal itu dilakukan dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan,” ujar Mendagri dalam sambutan yang dibacakan Suhajar tersebut.

Menurut Mendagri, sejarah penetapan Hari Otonomi Daerah pada tahun 1996 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 1996. Keppres itu menetapkan tanggal 25 April sebagai Hari Otonomi Daerah.

Dalam perjalanannya, kemudian lahir Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang membenahi hubungan Pusat dan Daerah. “Setelah 26 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif. Dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah, dan kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.

Meski begitu, filosofi dari tujuan otonomi daerah dinilai belum sepenuhnya tercapai seperti yang diharapkan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, selama kurun waktu 26 tahun ini, terdapat beberapa daerah yang memiliki PAD di bawah 20 persen dan menggantungkan keuangannya pada pemerintah pusat melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Hal ini tentunya menjadi perhatian Mendagri. Pasalnya, kewenangan telah diberikan kepada daerah, tapi keuangannya masih bergantung kepada pemerintah pusat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada daerah-daerah otonom baru yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya. Peningkatan tersebut diharapkan agar dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Mendagri mengimbau, di momen peringatan Hari Otonomi Daerah ke-26 ini, bagi daerah yang PAD-nya masih rendah agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan PAD, yang harapannya dapat melampaui besaran TKDD yang diterima daerah tersebut. Namun, ia menekankan agar langkah dan terobosan itu mesti tetap memperhatikan hukum dan norma yang ada, serta tidak memberatkan rakyat.

“Di sinilah ujian sekaligus pembuktian kemampuan leadership dan entrepreneurship (kewirausahaan) untuk menangkap peluang yang ada oleh seluruh kepala daerah di Indonesia,” tandasnya. (ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Hj. Sufriaty Budiman Paparkan Pentingya Peran Guru Dalam Pendidikan Inklusif ABK

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Sambangi Luwu Timur

Pemkab. Luwu Timur Gelar Sosialisasi Lomba Inovasi Tahun 2022

Dinas PUPR Lutim Gelar Pembekalan Teknis dan Uji Sertifikasi TKK

Pemkab Lutim Terima LHP Kinerja dan DTT Semester II Tahun 2023 dari BPK Sulsel

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Dekranasda Lutim Rapat Persiapan Untuk Pameran Makassar Craft & Jewellery Show 2022
Next Article Perubahan Pengumuman Pendaftaran Pemilihan Wakil Bupati Luwu Timur

You Might Also Like

Ekonomi

Yusuf Pombatu Soroti Tantangan dan Peluang di Sektor Tambang Nikel

7 Mei 2025
Luwu Timur

Programkan Pupuk Gratis, Petani: Terima Kasih Pak Ibas-Rio

14 November 2020
Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mesjid Al Falah Cendana Hijau

15 Agustus 2022
Luwu Timur

Dinas PMD Bagikan Bendera dan Sembako kepada Warga Kurang Mampu di Desa Atue

29 Juli 2023
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?