LUWU TIMUR – Wakil Ketua I DPRD Lutim, H. Muhammad Siddiq BM. mewakili Ketua DPRD Lutim menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Lutim Tahun 2023 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lutim, di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (21/03/2021).
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman ini bertemakan “Peningkatan Ketahanan Desa, Akselerasi Reformasi Birokrasi Penyelenggaraan Demokrasi Substantif”, yang juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel, H. Asriady Sulaiman mewakili Gubernur Sulsel.
Pada kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Lutim, Muhammad Siddiq BM. menyampaikan pokok-pokok pikiran dewan dihadapan Unsur Forkopimda Lutim, para Asisten, Staf Ahli, para kepala OPD, para instansi vertikal, Tokoh adat Lutim, para Camat, Tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan pimpinan lembaga swadaya masyarakat.
Namun sebelum membacakan Pokok Pikiran Dewan, Ia melaporkann bahwa, baru saja dirinya kembali dari Gorontalo pimpin delegasinya Luwu Timur dengan jumlah yang besar yakni lebih 30 orang yang berangkat untuk studi tiru.
“Sebenarnya harapan kita kemarin bahwa Perda yang ada di Kabupaten Goalemo Provinsi Gorontalo itu adalah Perda yang pertama lahir berdasarkan parentah UU di Republik ini yaitu Perda tentang disatukannya seluruh pajak dan retribusi dalam satu peraturan daerah (perda),” kata Siddiq.
“Setelah kami berkunjung ke Goalemo, sebenarnya kita ini pak Bupati, kalau mau berkunjung harusnya ke luar negeri juga, dari atas dari udara saya lihat Gorontalo kalah nasib saja kita ini, masa Gorontalo bisa jadi provinsi, Tana Luwu tidak bisa. Andaikata pak JK kemarin itu mau Tana Luwu itu jadi provinsi, pasti jadi. Tapi kalau real pemerintah pusat tidak mau, maka tidak jadi kita. Padahal apa yang dipunya Gorontalo tidak dipunyai Tana Luwu, malah banyak yang kita punya, Gorontalo tidak punya tapi mereka jadi provinsi.
Siddiq pun berpesan kepada OPD kalau mau studi tiru agar kelasnya yang lebih baik dari Luwu Timur supaya hadir pembelajaran. “Itu saran saya,” jelasnya. (*)




