LUWU TIMUR – Pertemuan ini memang tidak banyak peserta, tapi isinya saya yakin akan luar biasa. Dan Insha Allah apa yang dihasilkan nanti ini adalah sesuatu yang akan mempengaruhi Kabupaten Luwu Timur.
Demikian kata Bupati Luwu Timur, H. Budiman saat membuka Rapat Majelis Pertimbangan Kelitbangan Kabupaten Luwu Timur Tahun 2023, bertempat di Aula Latimojong 1 Lantai 3 Hotel Remcy Makassar, Sabtu (03/06/2023).
“Saya berkeyakinan bahwa, 2 tahun saya jadi Bupati di Luwu Timur ini, boleh jadi fikiran-fikiran itu kita jalankan dengan baik, dan kalau kita selalu ketemu dengan orang-orang yang maha terpelajar pasti pindah ilmunya, kalau kita diskusi dengan orang-orang yang bisa melihat Luwu Timur dari luar, karena banyak hal yang tidak bisa kita lihat sendiri,” sambungnya.
Sebenarnya, kata Budiman, di Kelitbangan ini Ia minta mungkin bisa APBD Lutim dibedah. Sehingga APBD ini benar-benar bisa termanfaatkan. Dirinya berharap, dengan PDRB Lutim yang meningkat Rp. 5 triliun dari Rp. 23 triliun sebelumnya, dan sekarang menjadi Rp. 28 triliun. Ini mungkin bisa dianalisa bersama.
“Kenaikan 5 triliun ini dampaknya ke kemiskinan, kesenjangan, karena jangan sampai naik 5 triliun tapi terjadi kesenjangan, dan kalau itu terjadi maka situasi akan memanas. Ini mungkin yang bisa kita titip kepada Tim yang diisi para profesor ini,” imbuhnya.
Selanjutnya, Budiman berpesan bahwa, ada beberapa program vale yang perlu sinkron dengan Pemda, dan Ia melihat sudah mulai bersama-sama sehingga di 38 desa itu dan 1 kelurahan, anggaran cukup besar masuk, ada ADD, Dana Desa, BKK, dan ada program vale didalamnya.
Lebih lanjut Bupati Lutim menerangkan, Program vale ini ada pembangunan kawasannya, jadi ada uang juga ke desa dari vale kalau tidak salah 300 juta. Dan itulah yang mau di atur, supaya desa ini bisa menjembatani antara program yang ada di kawasan dengan yang ada di PT. Vale, supaya ini kesenjangan dan situasi industri tidak panas.
“Mungkin kedepan di tahun 2024 atau 2025, kita evaluasi dampak APBD selama saya menjadi Bupati. Jadi saya titip ini di Kelitbangan untuk masukkan evaluasi dampak. Karena kalau tidak ada evaluasi dampak, kita tidak tau uang ini berdampak apa, dan ini dibutuhkan pasti konsultan yang bisa melakukan itu karena mungkin tidak cukup hanya kita, ataukah kita titip program ini kepada vale, supaya lebih flexibel untuk penggunaannya,” pesannya.
“Jadi betul-betul bisa kita evaluasi dampak seluruh uang yang bergerak di Kabupaten Luwu Timur. Jadi mulai tahun berapa sampai tahun berapa kita evaluasi dampaknya. Karena vale ini menguasai 70.000 hektar dan itu besar sekali pengaruhnya, sekitar 100.000 orang itu diwilayah pemberdayaan yang bergerak di sektor itu,” tegas Bupati Budiman. (*)




