LUWU TIMUR – Sebanyakn 331 orang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi dan Tenaga Umum lainnya mengikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, yang diselenggarakan di Gedung Wanita Simpurusiang, Kecamatan Malili, Sabtu (09/09/2023).
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman ini, terlaksana berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Macca Indonesia Foundation (MIND).
Menurut Bupati Budiman, penyusunan karya tulis ilmiah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam melakukan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PNS tenaga pendidik dan kependidikan dalam menyusun karya tulis ilmiah sebagai persyaratan pemenuhan angka kredit untuk meniti karir yang lebih baik kedepannya.
Sebagai Bupati, Beliau sangat menghargai peran penting guru dalam membentuk generasi masa depan. Oleh karena itu, Ia sangat mendukung upaya pendidik untuk terus belajar dan menyusun karya ilmiah.
“Namun, saya tetap berharap bahwa karya ilmiah yang dihasilkan itu topiknya itu harus relevan dan bermanfaat, dalam artian kita harus memahami kebutuhan dan tantangan dalam dunia pendidikan saat ini. Pilihlah topik yang dapat memberikan solusi atau memberikan pemahaman baru dalam bidang pendidikan. Dengan cara ini, karya ilmiah yang kita hasilkan akan memiliki dampak yang nyata bagi dunia pendidikan,” pesannya.
Lanjut Bupati mengungkapkan, pelaksanaan penyusun karya ilmiah ini merupakan tindak lanjut dan amanah dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun Nomor 22 tahun 2011 tentang Terbitnya Berkala Ilmiah.

Peraturan tersebut, kata Ia, menekankan pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensinya untuk mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penulis karya ilmiah. Dengan demikian, guru diharapkan dapat memiliki keterampilan dan keahlian serta motivasi untuk terus bekerja secara kreatif dan inovatif.
“Harus diakui bahwa minimnya keterampilan guru dalam membuat karya tulis ilmiah, disebabkan kurangnya pendampingan dari Instansi teknis terkait,” ungkap Bupati.
Tetapi hal ini, kata Budiman, tidak boleh dijadikan alasan pembenaran bahwa para guru tidak berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan diri secara mandiri. Sebagian seorang PNS dituntut untuk terus berupaya meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas, sebagaimana janji PNS dalam pasca Prasetya KORPRI.
“Penulisan karya ilmiah adalah langkah penting dalam mengembangkan diri sebagai guru yang profesional. Melalui karya ilmiah, kita dapat menghasilkan inovasi kepada para tenaga pendidik untuk terus menyusun karya ilmiah yang berkualitas,”harapnya.
“Khusus kepada para peserta pelatihan, saya berharap untuk bersungguh-sungguh mengikuti diklat ini, agar pembelajaran yang diberikan oleh narasumber, dapat dipahami dengan baik, sehinggah nantinya para tenaga pendidik mampu menyusun karya tulis ilmiah yang berkualitas,” tandas Bupati Luwu Timur.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini yakni Assesor Jurnal Kemendikbudristek RI yakni Prof. DR. H. Irwansyah, SH., MH. (Guru Besar Fakultas Hukum Unhas), dan Ahsan Yunus, SH., MH. (Dosen Fakultas Hukum Unhas), dengan moderator Direktur MIND, Haeril Al Fajri. (*)




