Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Sepekan Hilangnya Om Sammo Yang Misterius di Hutan Seko
Metro

Sepekan Hilangnya Om Sammo Yang Misterius di Hutan Seko

Redaksi
Redaksi Published 11 Januari 2025
Share
3 Min Read
Tim pencari yang terdiri dari warga dan Tim SAR tengah beristirahat saat melakukan pencarian terhadap seorang warga Seko, Luwu Utara (Foto: FB-Poyahaang Kariango)
SHARE

Hutan belantara di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, kembali menyimpan cerita misteri. Sudah sepekan, Salmon (42), warga Dusun Kalamio, Desa Marante, menghilang tanpa jejak setelah memasuki hutan untuk mencari rotan, Kamis (2/1/2025) lalu. Rotan yang rencananya akan digunakan sebagai bahan pengikat rakit menjadi petunjuk terakhir keberadaannya.

Om Sammo, begitu ia akrab disapa, dikenal sebagai sosok tangguh yang mengandalkan alam untuk kehidupan sehari-hari. Sebagai warga yang kerap memasuki hutan, ia bukanlah orang asing di tengah rimbunnya pohon dan medan berat. Namun, perjalanan kali ini menjadi teka-teki yang hingga kini belum terpecahkan.

Pertemuan Terakhir di Tengah Hutan

Siang itu, di tengah perjalanan di hutan Kalamio, Salmon bertemu dengan dua tetangganya, Esrong (50) dan Karti (35). Keduanya melihat Salmon sibuk dengan aktivitasnya, tetapi tidak sempat berbincang.

“Kami hanya sempat melihat dia dari kejauhan. Saat kami kembali mencari dia untuk pulang bersama, yang kami temukan hanya tumpukan rotan yang dia kumpulkan,” kata Esrong.

Keduanya sempat menunggu hingga sore menjelang gelap, tetapi Om Sammo tak kunjung muncul. “Kami kira dia sudah lebih dulu pulang, jadi kami kembali ke kampung,” imbuh Karti.

Namun, setibanya di rumah Salmon, kekhawatiran mulai muncul. Pria tangguh itu ternyata belum pulang.

Pencarian Malam yang Tak Berujung

Laporan segera disampaikan kepada pemerintah Desa Marante. Malam itu juga, warga Dusun Kalamio bergerak menyisir hutan dengan peralatan seadanya. Hutan yang gelap dan lebat menjadi tantangan tersendiri dalam pencarian.

“Warga berusaha mencari hingga larut malam, tetapi hingga kini korban belum ditemukan,” ujar Arham, Danpos SAR Masamba.

Tim SAR gabungan, yang kini telah bergabung dalam pencarian, menggunakan alat bantu seperti drone untuk menjelajahi titik-titik yang sulit dijangkau. Namun, jejak Salmon alias Om Sammo seakan lenyap ditelan belantara.

Harapan dari Keluarga dan Warga

Bagi keluarga, Salmon adalah sosok yang piawai bertahan hidup di alam liar. Mereka percaya ia masih bertahan di suatu tempat di dalam hutan.

Om Sammo sudah biasa masuk hutan. Dia tahu cara bertahan hidup. Kami hanya berharap dia ditemukan dalam keadaan selamat

ungkap salah seorang kerabatnya

Dukungan juga datang dari warga Dusun Kalamio yang bergantian menyisir hutan, membawa bekal seadanya, dengan semangat tak pernah padam.

Hutan dan Doa yang Menggema

Hutan Seko yang menjadi sumber kehidupan bagi warga kini terasa lebih mencekam, bukan hanya karena medannya yang berat, tetapi juga misteri yang menyelimuti hilangnya Om Sammo.

Meski waktu terus berlalu, harapan untuk menemukan Salmon tetap membara. Di tengah sunyi belantara, doa keluarga dan warga menjadi suara yang terus memanggil pria tangguh itu untuk pulang.

Hutan Seko mungkin telah menyimpan jejak Salmon, tetapi cinta dan keyakinan warga Dusun Kalamio tetap menjadi terang di tengah gelapnya misteri ini.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Tim GTPP Luwu Timur Terima Bantuan Masker dan Hand Sanitizer Dari Indomaret

Bupati Budiman Serahkan Piagam Penghargaan Kepada Paskibra Kecamatan Towuti

Gebyar PAUD Lutim 2022, Wujudkan Generasi Emas Yang Kreatif, Inovatif, Cerdas serta Berakhlak Mulia

Bapenda Palopo Musnahkan Blanko Kadaluarsa

Husler dan Irwan Kompak Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Furqan Tomoni

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Bulog Palopo Perkuat Kesiapan Pasokan Beras dan Minyak Goreng Sambut Ramadan
Next Article Luwu Utara Ajukan Tiga Proposal Penting ke BNPB Terkait Pemulihan Pascabencana

You Might Also Like

Info Anda

INFO ANDA | Gegara Cincin Batu Akik, Pria Ini Rela Jari Manisnya Disuntik

6 April 2015
Luwu Timur

Pemkab Lutim Gelar Pelatihan Pengelolaan Pepustakaan Sekolah

17 Maret 2020
Metro

Judas Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Sesat K2

4 Februari 2014
Metro

Duuh… 45 Calon Jamaah Haji di Lutra Terancam Batal Berangkat

17 Juni 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?