Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Sudah Tiga Ekor Sapi Mati Akibat PMK di Sulsel, Ratusan Ekor Terinfeksi
Metro

Sudah Tiga Ekor Sapi Mati Akibat PMK di Sulsel, Ratusan Ekor Terinfeksi

Redaksi
Redaksi Published 16 Januari 2025
Share
2 Min Read
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ternak sapi (Int)
SHARE

Penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai menjadi perhatian serius di Sulawesi Selatan, termasuk di Luwu Raya. Dinas Peternakan Provinsi Sulsel mencatat 388 ekor sapi terjangkit PMK, dengan tiga di antaranya dilaporkan mati.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Sariyanti Haruni, mengatakan kasus kematian akibat PMK masih tergolong rendah. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan untuk menekan angka penyebaran, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Gowa, yang mencatat kasus tertinggi di provinsi ini.

“Kematian akibat PMK di Sulsel tercatat tiga ekor. Dari total 388 kasus, Kabupaten Gowa menjadi yang tertinggi dengan laporan 145 ekor sapi terjangkit,” kata Sariyanti.

Di Luwu Raya, potensi penyebaran PMK mulai diantisipasi dengan pengawasan ketat dan edukasi kepada peternak. Hewan yang terjangkit diisolasi, sementara vaksinasi diberikan kepada sapi yang masih sehat untuk mencegah penularan lebih luas.

“Di beberapa wilayah, termasuk Luwu Raya, kami sudah melakukan isolasi terhadap hewan yang terinfeksi. Hewan yang sehat juga mendapat vaksinasi untuk melindungi mereka dari risiko PMK,” jelas Sariyanti.

Pemerintah juga mengimbau para peternak untuk aktif melaporkan gejala PMK pada hewan ternak mereka, seperti lepuhan di mulut atau kuku, serta penurunan nafsu makan. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak ekonomi di sektor peternakan lokal.

“Peternak perlu waspada, karena PMK bisa menyebar dengan cepat. Kerja sama antara peternak dan pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas peternakan,” tambah Sariyanti.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Laka Di Malili, Satu Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

Ini Cara Arjuna Beri Kejutan Diperayaan Ultah Desa Sepakat

10 Ribu Keluarga di Lutra akan Didampingi Agar Keluar Dari Garis Kemiskinan

Sidak di Wara Utara, Wawali Palopo Hanya Ditemui Staf Lurah

20 Polisi Di Lutim Naik Pangkat

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kemendagri Evaluasi Kinerja Pj Walikota Palopo, Ada Apa?
Next Article Sidang Sengketa Pilkada Palopo: Ini Jadwal Sidang Lanjutan di MK

You Might Also Like

Metro

Dandim Tinjau Daerah Pesisir, Judas ke Latuppa

5 April 2014
Metro

Ratusan Warga Meriahkan Maulid Nabi Bersama Anggota DPRD Lutim Sarkawi

8 September 2025
Metro

Ada Plang Nama Kantor Bupati Luteng di Walmas

23 Agustus 2014
Metro

61 Orang Ikut Diklat Prajabatan CPNS Di Lutra

23 April 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?