Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: DPRD Lutim Soroti Kekurangan Penyuluh Pertanian: Ancaman Bagi Ketahanan Pangan Daerah
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » DPRD Lutim Soroti Kekurangan Penyuluh Pertanian: Ancaman Bagi Ketahanan Pangan Daerah
Ekonomi

DPRD Lutim Soroti Kekurangan Penyuluh Pertanian: Ancaman Bagi Ketahanan Pangan Daerah

Redaksi
Redaksi 17 Juni 2025
Share
Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian, membahas kekosongan penyuluh pertanian di desa-desa,(Sumber: Ist)
SHARE

Komisi II DPRD Luwu Timur kembali menyoroti minimnya jumlah penyuluh pertanian tetap di sejumlah desa. Kondisi ini dinilai dapat menghambat percepatan program ketahanan pangan yang sedang digalakkan di daerah.

Sorotan ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di ruang Komisi II DPRD Lutim, Selasa (17/6/2025), bersama Dinas Pertanian setempat. Rapat ini difokuskan pada evaluasi efektivitas kinerja penyuluh pertanian di lapangan.

Anggota Komisi II dari Fraksi PKS, Firman Udding, menegaskan bahwa peran penyuluh tidak bisa digantikan oleh program atau teknologi apa pun.

“Penyuluh adalah garda terdepan. Tanpa mereka, program pertanian hanya sebatas wacana,” tegas Firman.

BACA JUGA:

PT Vale Gelar Media Training untuk Perkuat Pemberitaan Isu Pertambangan

Firman juga menyoroti pentingnya penempatan penyuluh sesuai domisili untuk menghindari pemborosan waktu dan anggaran serta meningkatkan efisiensi lapangan.

Dia turut mengingatkan janji pemerintah pusat yang disampaikan Menteri Pertanian saat menghadiri HUT Luwu Timur sebelumnya, yakni dukungan terhadap program cetak sawah baru seluas 700 hektare, dengan perluasan hingga 10 ribu hektare.

Namun menurut Firman, janji tersebut akan sulit terealisasi jika kekosongan tenaga penyuluh di desa tidak segera diatasi.

“Kami meminta Pemkab bergerak cepat mengisi kekosongan penyuluh sebelum kewenangan ini sepenuhnya diambil alih pemerintah pusat,” tambahnya.

Komisi II DPRD Luwu Timur menyatakan akan terus mengawal persoalan ini, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah, dan penyuluh merupakan bagian vital dalam mendampingi petani meningkatkan produksi.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Besok, Pemprov Sulsel, PT Vale, dan Pemkab Lutim Gelar Ground Breaking Matano Belt Road

DPRD Lutim Dorong Skema PJLP untuk Selamatkan 208 Tenaga Non-ASN

Sekretariat DPRD Luwu Timur Paparkan Mekanisme PAW dalam FGD KPU Lutim

DPRD Luwu Timur Jadwalkan Reses Perseorangan 13–15 Desember

DPRD Luwu Timur Soroti Pemerataan Sarpras Madrasah

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Usai Kawal PSU, ASN Palopo Diingatkan Jaga Kondusifitas
Next Article Pekasiwia: Simbol Cinta Suku Pamona untuk Pemimpinnya
Sumber Data Cuaca: prakiraancuaca cuaca besok di Palopo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?